
Pantau - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sulawesi Tenggara memastikan PMI asal Konawe bernama Eka Arwati yang diduga dianiaya oleh majikannya di Oman telah diamankan.
Kepala BP3MI Sultra La Ode Askar menyatakan korban saat ini sudah keluar dari rumah majikannya dan berada di tempat aman.
“Info terbaru bahwa PMI (Eka Arwati) saat ini sudah berada di rumah salah satu PMI di Oman,” kata Askar.
BP3MI saat ini berkoordinasi agar Eka Arwati segera dibawa ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Oman untuk penanganan lebih lanjut.
“Hari ini akan diantar ke KJRI untuk proses lanjut,” ujar Askar.
BP3MI Sulawesi Tenggara menduga terdapat unsur Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam kasus yang menimpa Eka Arwati.
Dugaan tersebut didasarkan pada adanya moratorium penempatan pekerja rumah tangga ke kawasan Timur Tengah yang telah berlaku sejak akhir 2015.
Jika bekerja sebagai pekerja rumah tangga, BP3MI menduga korban tidak menggunakan visa kerja resmi.
Eka Arwati diduga diberangkatkan menggunakan visa ziarah atau kunjungan, bukan visa kerja sebagaimana mestinya.
Keberangkatan korban juga diduga tidak tercatat dalam sistem Sisko P2MI milik Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
BP3MI saat ini masih melakukan verifikasi data melalui sistem kementerian terkait.
Jika terbukti diberangkatkan pada masa moratorium dan tidak terdaftar secara resmi, maka pengiriman tenaga kerja tersebut dipastikan ilegal dan memenuhi indikasi TPPO.
BP3MI Sultra juga akan memberikan edukasi serta pendampingan kepada keluarga korban di Konawe.
Keluarga korban akan diarahkan untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian setelah seluruh dokumen pendukung dinyatakan lengkap.
Kasus ini mencuat setelah Eka Arwati mengunggah video pengakuan di media sosial yang kemudian viral.
Dalam video tersebut, korban mengaku dipaksa bekerja meski dalam kondisi sakit selama dua bulan.
Korban juga mengaku mengalami pemukulan, pelecehan, serta ancaman dari majikannya.
“Saya dipukuli disuruh bekerja dalam keadaan sakit, sampai melecehkan saya… Saya hanya berharap bisa pulang dengan selamat,” ucap korban dalam video tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan







