
Pantau - Peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler Badan Riset dan Inovasi Nasional mengembangkan metode pelapisan kertas menggunakan bahan lemak nabati sebagai alternatif kemasan makanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Zatil Afrah Athaillah sejak awal 2025 dengan tujuan menghasilkan kemasan kertas yang tahan air dan minyak tanpa menggunakan bahan sintetis.
Zatil menguji sejumlah minyak nabati seperti minyak walnut, minyak kemiri, minyak kedelai, dan minyak linseed karena memiliki karakteristik pembentuk lapisan pelindung pada permukaan kertas.
“Minyak-minyak ini dipilih karena memiliki karakteristik yang memungkinkan terbentuknya lapisan pelindung pada permukaan kertas. Sementara itu, minyak-minyak lain seperti minyak sawit dan zaitun juga sempat diuji, tetapi hasilnya belum memenuhi kriteria karena masih tembus air dan minyak,” ungkap Zatil.
Keberhasilan pelapisan diuji melalui pengujian dasar dengan meneteskan air dan minyak pada permukaan kertas untuk mengamati adanya rembesan hingga 60 menit.
“Kalau diperlukan, sebenarnya pengujian bisa dilakukan lebih lama,” kata Zatil.
Selain uji tetes, pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop 3D untuk mengukur sudut kontak tetesan air pada permukaan kertas.
Pada kertas tanpa pelapis, tetesan air melebar, sedangkan pada kertas berlapis minyak nabati tetesan air tampak lebih membulat.
Hasil pengukuran menunjukkan sudut kontak air pada kertas berlapis mendekati 90 derajat yang menandakan sifat permukaan lebih hidrofobik.
Pengujian lanjutan meliputi uji kekuatan dan kelenturan kertas menggunakan texture analyzer serta uji gugus fungsi dengan fourier transform infrared.
Penelitian juga mencakup uji kristalinitas menggunakan x-ray diffraction, uji kekentalan minyak, analisis komposisi asam lemak, dan pengamatan morfologi kertas dengan scanning electron microscopy.
“Dari sisi sifat mekanik, kertas berlapis minyak nabati menunjukkan kekuatan dan kelenturan yang mirip, bahkan dalam beberapa kasus lebih baik dibandingkan kertas tanpa pelapis,” ujar Zatil.
Saat ini hasil riset masih berupa lembaran kertas berlapis minyak nabati dan belum dibentuk menjadi produk kemasan seperti gelas atau wadah makanan.
Metode pelapisan kertas tersebut telah didaftarkan dan memperoleh paten pada tahun 2025 melalui pendanaan Rumah Program Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN.
Ke depan, Zatil berharap riset dapat dilanjutkan ke tahap pengujian sensori untuk mengetahui pengaruh lapisan minyak nabati terhadap rasa dan aroma minuman seperti kopi dan teh.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







