Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Jakarta Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ jika Banjir Terjadi di Hari Kerja, Antisipasi Lewat OMC dan Pompa Air

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jakarta Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ jika Banjir Terjadi di Hari Kerja, Antisipasi Lewat OMC dan Pompa Air
Foto: (Sumber: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri..)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung Wibowo akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi pekerja dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa jika banjir terjadi pada hari aktif kerja.

Kebijakan ini dirancang sebagai langkah tanggap darurat untuk menjaga keselamatan warga serta kelancaran mobilitas ketika banjir mengganggu aktivitas harian.

Saat banjir terjadi pada akhir pekan lalu (Sabtu–Minggu), kebijakan WFH dan PJJ tidak diberlakukan karena bertepatan dengan libur panjang.

Namun, jika banjir terjadi pada hari kerja, kebijakan tersebut akan langsung diaktifkan oleh Pemprov.

OMC dan Pompa Air Jadi Andalan Antisipasi Banjir

Gubernur Pramono menyampaikan bahwa Pemerintah DKI telah melakukan berbagai upaya antisipatif terhadap potensi banjir, termasuk melalui:

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

Pemaksimalan seluruh pompa air yang dimiliki Pemprov

Meskipun wilayah Pantura Jawa masih tergenang banjir, Pramono menekankan bahwa Jakarta mampu cepat surut berkat dukungan fasilitas pompa air yang memadai.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa jika curah hujan melebihi 250 mm seperti yang terjadi pada Sabtu (17 Januari), banjir tetap tidak dapat dihindari meskipun langkah antisipatif telah dilakukan.

OMC tidak dilakukan pada Sabtu tersebut karena prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan normal.

Namun, hujan yang turun ternyata mencapai intensitas 260–280 mm — jauh di atas perkiraan awal.

Sebagai respons, OMC baru dilakukan pada Minggu (18 Januari) dengan tiga kali penerbangan, yang menurut Pramono berhasil meringankan dampak banjir di sejumlah wilayah Jakarta.

Dengan langkah-langkah ini, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan berupaya menjaga aktivitas warga tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.

Penulis :
Ahmad Yusuf