
Pantau - Pemerintah Kabupaten Bekasi meminta otoritas terkait agar durasi penerapan teknologi modifikasi cuaca diperpanjang guna menekan dampak banjir selama potensi hujan ekstrem masih tinggi.
Informasi tersebut disampaikan dari Kabupaten Bekasi pada Rabu, 21 Januari 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi Muchlis menyampaikan permintaan itu di Cikarang sebagai upaya mengendalikan curah hujan sekaligus mengurangi tekanan di wilayah terdampak banjir.
Muchlis mengatakan, “Saya meminta agar durasinya diperpanjang selama potensi hujan ekstrem masih tinggi,” ungkapnya.
Ia menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk memastikan pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca berjalan optimal.
Muchlis menyampaikan, “Kami meminta bantuan BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca terkait curah hujan di Kabupaten Bekasi. Informasi awal, ini akan dilakukan hingga 24 Januari 2026, namun kami minta supaya diperpanjang,” jelasnya.
Penerapan teknologi modifikasi cuaca dinilai penting karena wilayah terdampak banjir masih berada dalam fase pemulihan.
Data BPBD Kabupaten Bekasi mencatat banjir mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu dan berdampak pada 17 kecamatan.
Saat ini genangan banjir telah surut di 12 kecamatan, namun wilayah hilir seperti Muaragembong masih menghadapi ancaman banjir.
Ancaman tersebut berasal dari debit air kiriman serta hujan lokal yang masih berpotensi terjadi.
Muchlis menjelaskan banjir dipicu tingginya curah hujan lokal sejak Jumat pekan lalu serta aliran air dari wilayah hulu yang menyebabkan sungai meluap.
Selain itu, sejumlah drainase di wilayah Kabupaten Bekasi juga tidak berfungsi secara optimal.
Muchlis menyampaikan, “Melalui modifikasi cuaca ini, kami berharap volume hujan dapat ditekan sehingga tidak menambah beban wilayah daratan. Harapannya, air bisa lebih cepat surut, terutama di area tanggul yang kondisinya masih rentan,” ujarnya.
Terkait efektivitas teknologi modifikasi cuaca, BNPB memiliki kewenangan teknis untuk melakukan pengukuran dan evaluasi.
Langkah modifikasi cuaca merupakan bagian dari upaya terpadu Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama perbaikan tanggul jebol sepanjang delapan meter di Kecamatan Muaragembong.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga melakukan pemantauan titik tanggul kritis di Kecamatan Cabangbungin.
Muchlis menyampaikan, “Kami berupaya maksimal, baik melalui penanganan di darat dengan penguatan tanggul, maupun lewat udara melalui modifikasi cuaca,” katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







