
Pantau - Kementerian Kebudayaan berencana melakukan digitalisasi buku-buku sejarah Indonesia yang berasal dari era 1970–1990-an sebagai upaya pelestarian warisan budaya dan mempermudah akses publik terhadap literatur sejarah nasional.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa digitalisasi ini akan mencakup buku-buku yang sebelumnya diterbitkan sebagai proyek pendidikan dan kebudayaan, namun tidak dipasarkan secara luas sehingga produksinya berhenti.
"Saya minta kepada Dirjen juga mengumpulkan semua buku yang menjadi proyek buku di pendidikan dan kebudayaan dari tahun 70, 80 dan 90-an sampai sekarang kita digitalisasi kita masukkan dalam e-book semua," ungkapnya.
Fadli Zon menilai bahwa buku-buku sejarah dari masa tersebut memiliki nilai konten yang tinggi karena mencakup serat dan babad yang bernilai historis penting.
"Padahal itu hasil karya yang bagus sekali, jadi kita tahu ini akan coba digitalisasi buku," ia mengungkapkan.
Kerja Sama dengan Perpusnas dan Rencana Penulisan Buku Tematik
Dalam proses digitalisasi, Kementerian Kebudayaan juga akan menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Nasional untuk mempercepat dan memperluas cakupan proyek ini.
Selain digitalisasi buku lama, Fadli Zon mengemukakan rencana penulisan buku sejarah tematik pada tahun ini sebagai bentuk pendalaman sejarah nasional.
Beberapa tema utama yang akan ditulis antara lain:
- Sejarah perang mempertahankan kemerdekaan tahun 1945–1950 sampai pembentukan NKRI
- Sejarah Kerajaan Majapahit
- Sejarah Sriwijaya
- Sejarah Kerajaan Samudra Pasai
"Jadi ada empat buku paling tidak yang kita harapkan ditulis pada tahun ini sebagai pendalaman dari sejarah sehingga bukunya lebih komprehensif," ujar Fadli Zon.
Seluruh buku sejarah ini akan tersedia dalam bentuk e-book agar bisa diakses lebih luas oleh masyarakat.
Target Rampung Akhir Februari dan Pelibatan Ratusan Ahli
Mengenai proyek buku sejarah Indonesia yang lebih komprehensif, Fadli Zon menyatakan bahwa karya tersebut sedang memasuki tahap akhir revolusi isi dan ditargetkan selesai dalam format e-book pada akhir Februari 2026.
Sebelumnya, pada 14 Desember 2025, Kementerian Kebudayaan telah meluncurkan buku berjudul "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global."
Penulisan buku ini dimulai sejak Januari 2025 dan melibatkan 123 sejarawan serta pakar dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Buku ini terdiri atas 11 jilid dan memetakan perjalanan sejarah bangsa Indonesia, mencakup:
- Akar peradaban Nusantara
- Interaksi global dengan India, Tiongkok, Persia, Timur Tengah, dan Barat
- Masa kolonial
- Pergerakan kebangsaan
- Perjuangan mempertahankan kemerdekaan
- Konsolidasi negara
- Era Orde Baru
- Reformasi dan konsolidasi demokrasi hingga tahun 2024
- Penulis :
- Arian Mesa







