Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Jembatan Persen Gunungpati Rampung, Pemkot Semarang Larang Truk Melintas untuk Jaga Konstruksi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jembatan Persen Gunungpati Rampung, Pemkot Semarang Larang Truk Melintas untuk Jaga Konstruksi
Foto: (Sumber: Jembatan Persen menghubungkan kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. ANTARA/HO-Pemkot Semarang.)

Pantau - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Persen yang berlokasi di Jalan Jembatan Kali Kidang, Gunungpati, dengan anggaran senilai Rp4,61 miliar.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menyampaikan bahwa jembatan tersebut kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi.

"Namun, kami memberlakukan larangan bagi kendaraan berat, seperti truk untuk melintas. Langkah ini diambil guna menjaga usia teknis jembatan baja yang baru saja selesai dipugar, atas masukan dari masyarakat", tegas Suwarto.

Konstruksi Baru Lebih Aman, Hubungkan Dua Kampus Besar

Jembatan Persen sebelumnya menggunakan konstruksi kayu dan kini telah diperkuat dengan struktur baja yang dicor beton untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Jembatan ini menjadi jalur strategis yang menghubungkan dua perguruan tinggi besar di Kota Semarang, yaitu Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Diponegoro (Undip).

Pekerjaan proyek juga mencakup pengaspalan jalan pendekat, pemasangan bronjong, pembangunan dinding penahan tanah sepanjang 58 meter, serta sistem drainase untuk mendukung ketahanan jangka panjang.

Renovasi ini merupakan respons Pemkot Semarang terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kanal pengaduan resmi AWP Lapor Semar dan media sosial DPU.

Pemantauan Jalan Terus Dilakukan Secara Rutin

Suwarto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas partisipasi aktif dan kepedulian terhadap kondisi infrastruktur kota.

Ia menambahkan bahwa DPU secara rutin menurunkan tim teknis untuk melakukan survei lapangan di berbagai wilayah di Kota Semarang.

"Tim teknis kami rutin melakukan survei lapangan untuk memantau kondisi jalan di Kota Semarang secara menyeluruh. Jalan prioritas utama untuk dibenahi, yaitu berdasarkan tingkat kerusakan, intensitas penggunaan, dan banyaknya aduan masyarakat", jelasnya.

Fokus utama pemantauan ini adalah memastikan konektivitas antarwilayah tetap lancar dan mendukung mobilitas warga.

Penulis :
Aditya Yohan