Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Sanitasi di Aceh Tamiang Pasca Bencana

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Sanitasi di Aceh Tamiang Pasca Bencana
Foto: (Sumber: Pekerja mengerjakan proyek infrastruktur sanitasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. ANTARA/HO-Kementerian PU)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan infrastruktur sanitasi yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca bencana.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur sanitasi merupakan langkah krusial untuk mencegah risiko gangguan kesehatan lingkungan dan memastikan pemulihan layanan dasar masyarakat.

Dody menekankan bahwa sanitasi yang berfungsi dengan baik adalah kebutuhan dasar masyarakat, sehingga penanganan tempat pemrosesan akhir (TPA) dan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) harus dilakukan secara cepat, bertahap, dan berkelanjutan.

Pembersihan Intensif dan Program Padat Karya

Dalam 10 hari terakhir, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh telah melaksanakan pembersihan intensif di kawasan TPA dan IPLT yang terkena dampak timbunan material pasca bencana. Program ini juga melibatkan padat karya, yang tidak hanya mempercepat pemulihan lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

Prioritas Penanganan TPA Rantau

TPA Rantau menjadi prioritas dalam pemulihan karena masih beroperasi dengan sistem open dumping, yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Fokus utama pekerjaan adalah pembersihan jalan akses dan penanganan material yang menghambat operasional serta mobilitas.

Fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi, Kementerian PU merencanakan pemulihan dan peningkatan kualitas infrastruktur sanitasi. Rencana tersebut mencakup pengadaan truk tinja, tangki septik, bioaktivator, serta penyusunan studi teknis untuk kebutuhan yang lebih mendalam.

Untuk TPA Rantau, perbaikan yang direncanakan meliputi sel landfill eksisting, pembangunan sel landfill baru, perbaikan jalan akses, dan pengadaan alat berat pendukung operasional.

Sementara itu, penanganan IPLT Rantau termasuk pembersihan area IPLT dan rehabilitasi unit pengolahan, yang meliputi bak anaerobik, fakultatif, maturasi, hingga wetland. Pembersihan kawasan IPLT dan pengangkatan lumpur pada bak pengolahan sudah dilakukan sebagai langkah awal pemulihan.

Peningkatan Layanan Sanitasi di Aceh dan Provinsi Lain

Selain di Aceh, Kementerian PU juga tengah meningkatkan pelayanan pada 11 TPA di 11 kabupaten/kota dan 10 IPLT di 10 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Di Provinsi Sumatera Utara, peningkatan pelayanan dilakukan pada dua TPA dan satu IPLT. Sedangkan di Provinsi Sumatera Barat, peningkatan pelayanan dilaksanakan pada satu TPA.

Semua pekerjaan ini sedang dilaksanakan dengan tujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan, mencegah risiko kesehatan, dan mempercepat pemulihan layanan dasar pasca bencana.

Inovasi Teknologi Sanitasi Ramah Lingkungan

Ke depannya, Kementerian PU juga mengusulkan penerapan teknologi sanitasi ramah lingkungan. Salah satu inovasi yang akan diperkenalkan adalah pengadaan Net-Zero Toilet 5.0, sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan sanitasi yang berkelanjutan di wilayah terdampak bencana.

Penulis :
Aditya Yohan