Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Peneliti Unhas Teliti Gunung Laut Sulawesi Bersama BRIN dan OceanX, Dorong Konservasi Laut Dalam

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Peneliti Unhas Teliti Gunung Laut Sulawesi Bersama BRIN dan OceanX, Dorong Konservasi Laut Dalam
Foto: Tim gabungan tengah fokus melakukan penelitian ekosistem bawah laut di Sulawesi Utara (sumber: Unhas)

Pantau - Dr Jamaluddin Fitrah Alam, peneliti dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (FIKP Unhas), terlibat dalam riset eksplorasi laut dalam di kompleks gunung laut wilayah utara Sulawesi, dalam kolaborasi antara OceanX dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Eksplorasi Laut Dalam di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia

Penelitian ini dilakukan menggunakan kapal riset R/V OceanXplorer yang dirancang khusus untuk riset oseanografi laut dalam.

Lokasi eksplorasi berada di luar laut teritorial Indonesia, namun masih termasuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Jamaluddin menjelaskan bahwa ekosistem gunung api bawah laut di Laut Sulawesi menjadi fokus utama penelitian karena masih minim dijelajahi.

"Pengambilan sampel sedimen mengikuti struktur gunung laut yang terletak pada kedalaman 4000m dari permukaan dengan dari puncak, lereng atas, lereng bawah, hingga bagian dasar", ungkapnya.

Tim peneliti mengumpulkan sampel air dan sedimen dari berbagai zona kedalaman untuk mengkaji keanekaragaman hayati dan dinamika oseanografi di area tersebut.

Interaksi Arus Laut dan Produktivitas Ekosistem

Gunung laut diketahui mempengaruhi sirkulasi dan stratifikasi air laut yang umumnya berlapis dan stabil di laut dalam.

Ketika arus laut berinteraksi dengan morfologi gunung laut, terjadi gangguan stratifikasi yang mendorong peningkatan pencampuran dan pertukaran vertikal massa air.

"Proses ini penting karena nutrien yang selama ini ‘terkunci’ di lapisan lebih dalam berpotensi terdorong ke kedalaman yang lebih dangkal melalui proses upwelling", ia mengungkapkan.

Fenomena ini bisa meningkatkan produktivitas primer dan memperkuat ketersediaan pakan alami di dalam rantai makanan laut.

Untuk menjelaskan proses ini secara terukur, tim mengembangkan pendekatan pemodelan ekosistem.

Model tersebut dirancang untuk menghubungkan dinamika fisik, pertukaran air, ketersediaan nutrien, serta dampaknya terhadap produktivitas dan jejaring makanan laut.

Penelitian ini merupakan bagian dari Misi Kolaborasi Riset Laut Dalam 2025 bertajuk Beneath the Ring: The Sulawesi Seamounts.

Riset dilaksanakan dalam dua tahap, di mana tahap pertama berlangsung pada Desember 2025 dan tahap kedua dilaksanakan pada 4–25 Januari 2026.

Kolaborasi Lintas Lembaga dan Implikasi Kebijakan

Tahap kedua riset ini melibatkan 16 peneliti dari berbagai institusi, termasuk Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Hokkaido University, University of Rhode Island, dan Indo Ocean Foundation.

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kualitas data, kedalaman analisis, serta pertukaran keahlian dalam studi laut dalam.

Salah satu fokus tim dari Unhas adalah meneliti keterkaitan antara morfologi gunung laut dengan proses oseanografi dan produktivitas ekosistem.

Data pionir yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan rancangan Kawasan Konservasi Laut Nasional.

Riset berbasis data lapangan dan analisis terpadu ini dinilai penting di tengah meningkatnya perhatian terhadap laut dalam, baik untuk konservasi maupun pemanfaatan sumber daya.

Langkah ini menjadi fondasi bagi penyusunan kebijakan dan perencanaan ruang laut berbasis bukti ilmiah yang kuat.

Penulis :
Shila Glorya