Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tanggapi Tewasnya 11 Penambang Ilegal, Gubernur Jabar Sebut Mereka Pahlawan Keluarga dan Tegaskan Solusi Jangka Panjang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Tanggapi Tewasnya 11 Penambang Ilegal, Gubernur Jabar Sebut Mereka Pahlawan Keluarga dan Tegaskan Solusi Jangka Panjang
Foto: (Sumber: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung. ANTARA/Ricky Prayoga.)

Pantau - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa ada dilema besar dalam menyikapi tewasnya belasan penambang ilegal di Kabupaten Bogor pada pekan ini, menyebut mereka sebagai pahlawan bagi keluarganya meski aktivitas yang dilakukan ilegal dan berisiko tinggi.

"Dari sisi personal, yang meninggal itu pahlawan bagi keluarganya karena penambang masuk pada sebuah lubang yang berisiko, mungkin bagian pilihan satu-satunya untuk menghibur dirinya," ungkap Dedi.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi peristiwa meninggalnya 11 penambang yang bekerja di luar area operasional PT Antam selama sepekan terakhir.

Operasi Tambang Dihentikan, Data Warga Masih Jadi Kendala

Dedi menegaskan bahwa penghentian aktivitas tambang di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin merupakan keputusan tegas demi memutus rantai kecelakaan kerja yang terus terjadi berulang kali.

Meskipun penutupan tambang telah dilakukan, ia mengungkapkan adanya kendala besar dalam menyusun solusi dan menyalurkan kompensasi kepada warga terdampak.

Ia menjelaskan bahwa sulitnya memperoleh data valid menjadi hambatan utama karena banyak warga dan oknum yang terlibat langsung dalam ekosistem tambang ilegal.

"Kenapa (data berlarut-larut)? Karena hampir semuanya jadi pemain. Kita minta data pada si A, ternyata si A-nya pemain, gitu loh. Kan susah. Nah, ini yang lagi saya cari jalan keluar agar tidak berlarut-larut," jelasnya.

Tawaran Kerja dan Perencanaan Ekonomi Baru

Dedi menekankan bahwa penanganan tambang ilegal tidak bisa lagi bersifat reaktif dan hanya muncul setelah ada korban jiwa.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi dan investasi yang sangat baik di wilayah Bogor seharusnya dijadikan peluang untuk mengalihkan profesi warga melalui skema link and match.

Sebagai solusi jangka pendek bagi warga yang kehilangan pekerjaan akibat penutupan tambang, ia menyatakan telah menawarkan sejumlah opsi kerja hasil pembahasan dengan Bupati Bogor.

"Saya sudah memberikan tawaran. Yang tua-tuanya ini kerja menjadi tenaga kerja PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air), PU (Pekerjaan Umum), jadi tenaga kebersihan, supir-supirnya bekerja," ujarnya.

Dedi berharap agar generasi muda di Bogor Barat tidak lagi menggantungkan hidup di tambang-tambang ilegal yang berbahaya.

"Kita harus mendorong agar generasi berikutnya ada solusi lain. Investasinya baik, nah link and match-nya harus segera disusun. Tidak bisa lagi terus-menerus polanya seperti ini," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menyusun perencanaan ekonomi yang lebih aman dan berkelanjutan dengan memanfaatkan masuknya arus investasi ke Kabupaten Bogor.

Penulis :
Ahmad Yusuf