
Pantau - Indonesia resmi berpartisipasi dalam ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 yang digelar di Mesir sebagai langkah strategis untuk memperkuat kehadiran dan kontribusi dalam percaturan intelektual Islam dunia.
Perwakilan Kementerian Agama yang juga Pentashih Mushaf Al-Qur’an pada Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Asep Rifqi Abdul Aziz, menyampaikan bahwa keikutsertaan ini merupakan bagian dari misi pemerintah dalam memperluas kontribusi Indonesia terhadap diskursus keislaman global.
"Partisipasi Indonesia dalam CIBF ini merupakan bagian dari upaya pemerintah, terutama Kementerian Agama, untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam diskursus intelektual Islam dunia," ungkapnya dalam siaran pers KBRI Kairo di Jakarta.
Pemerintah Indonesia tidak hanya menampilkan karya ilmiah dan produk keilmuan, tetapi juga produk amaliah yang mencerminkan praktik nilai keagamaan yang membumi dan relevan dengan kehidupan umat.
"Yang kami hadirkan bukan hanya produk pemikiran, tetapi juga praktik nilai keagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat," ia mengungkapkan.
Penguatan Ekoteologi dan Dukungan Strategis
Keikutsertaan Indonesia juga menjadi bagian dari penguatan ekoteologi di tingkat internasional, sejalan dengan implementasi Asta Protas Kementerian Agama.
"Ekoteologi menempatkan harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam sebagai fondasi pembangunan dunia yang berkelanjutan," ujar Asep Rifqi.
Partisipasi Indonesia di CIBF 2026 mendapatkan dukungan dari sejumlah lembaga strategis seperti KBRI Kairo, Ditjen Bimas Islam, Ditjen Pendidikan Islam, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ), Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), dan Lembaga Pengkajian Islam dan Kemasyarakatan (LEMKA).
Kebangkitan Literasi dan Hubungan Strategis
Kuasa Usaha ad Interim KBRI Kairo, M. Zaim A. Nasution, menyatakan bahwa kehadiran Indonesia dalam CIBF merupakan bagian dari penguatan diplomasi kebudayaan dan keagamaan, serta menjadi ruang dialog dan pertukaran pemikiran intelektual antara Indonesia dan komunitas Islam internasional.
"Partisipasi ini menandai kebangkitan kembali peran Indonesia dalam forum literasi dan intelektual internasional, sekaligus mempererat hubungan historis, dan kerja sama strategic partnership Indonesia-Mesir," ujarnya.
Zaim juga mengapresiasi Kementerian Agama atas kembalinya Indonesia dalam pameran buku internasional di Mesir setelah sekitar 20 tahun absen.
Partisipasi ini sekaligus menjadi bentuk nyata dari kerja sama strategic partnership yang telah ditandatangani oleh Presiden kedua negara pada April 2025 di Kairo.
Paviliun Indonesia secara resmi dibuka pada Rabu, 21 Januari 2026 oleh KUAI Zaim di arena Cairo International Book Fair.
Acara pembukaan dihadiri oleh pejabat KBRI, perwakilan Kementerian Agama, mahasiswa Indonesia di Mesir, serta pengunjung dari berbagai kalangan.
Paviliun Indonesia menampilkan berbagai produk unggulan seperti manuskrip kuno, karya-karya ulama Nusantara bertema ekoteologi, serta berbagai produk mushaf Al-Qur’an hasil produksi UPQ sebagai kontribusi Indonesia dalam pengembangan mushaf Al-Qur’an yang berkualitas.
- Penulis :
- Shila Glorya







