Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Bogor Siapkan Jalan Tembus ke IPB Dramaga untuk Atasi Kepadatan dan Dukung Pengembangan Kawasan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemkot Bogor Siapkan Jalan Tembus ke IPB Dramaga untuk Atasi Kepadatan dan Dukung Pengembangan Kawasan
Foto: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat (sumber: Pemkot Bogor)

Pantau - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan jalan tembus dari Bogor Barat menuju Kampus IPB University di Dramaga sebagai solusi mengatasi kepadatan lalu lintas dan mendukung pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

Jalan Tembus sebagai Solusi Kemacetan dan Dukungan WtE Galuga

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyatakan bahwa rencana pembangunan jalan tembus ini difokuskan pada penyusunan DED yang akan menghubungkan Bogor Barat ke IPB Dramaga melalui wilayah Bubulak, Cifor, dan Cangkurawok.

"Untuk mengurai kepadatan di ruas jalan eksisting Bogor Barat–Dramaga, kami akan menyusun DED pembangunan jalan tembus hingga IPB Dramaga," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa jalan ini juga disiapkan sebagai langkah antisipasi meningkatnya mobilitas kendaraan setelah program waste to energy (WtE) Galuga mulai beroperasi.

"Sehingga manakala program WtE Galuga selesai, mobilitas kendaraan tidak akan membebani volume jalan yang ada sekarang," ia mengungkapkan.

Penataan Wilayah dan Pendataan Warga Jadi Prioritas

Selain pembangunan infrastruktur, Dedie meminta jajaran Kecamatan Bogor Barat untuk melakukan penataan di sektor-sektor yang belum tersentuh, termasuk penertiban titik-titik yang menjadi perhatian masyarakat.

"Saya berharap jajaran kecamatan dapat membantu penertiban di sejumlah ruas, misalnya dari Jalan Semeru sampai Jalan Brigjen Saptaji yang akan kita tata ulang," katanya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya pendataan warga yang lebih detail dan komprehensif, khususnya di wilayah Bogor Barat.

Fokus pendataan diarahkan pada penyandang disabilitas dan kebutuhan intervensi sosial di masyarakat.

"Data warga harus benar-benar detail dan mutakhir agar kebijakan yang diambil tepat sasaran, mulai dari jenis disabilitas, kebutuhan dasar, hingga anak-anak yang memerlukan guru pendamping," jelas Dedie.

Para lurah di Kecamatan Bogor Barat pun diminta untuk memastikan data kependudukan di wilayah masing-masing sudah lengkap dan up to date sebagai dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan ke depan.

Penulis :
Shila Glorya