
Pantau - Kepala Terminal Bus Tanjung Priok Jakarta Utara Sandi memprediksi puncak arus mudik Lebaran di terminal bus Antar Kota Antar Provinsi akan terjadi dalam dua gelombang pada pertengahan Maret 2026.
Ia menyebut gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 13 hingga 14 Maret 2026, sementara gelombang kedua diprediksi berlangsung pada 17 hingga 18 Maret 2026.
Sandi menjelaskan gelombang pertama arus mudik diperkirakan terjadi saat anak sekolah mulai memasuki masa libur panjang Lebaran.
Momentum tersebut dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk pulang lebih awal ke kampung halaman.
“Kami memprediksi ada dua gelombang, yang pertama pada 13-14 Maret 2026 dan gelombang kedua 17-18 Maret 2026,” ujarnya.
“Jadi, gelombang pertama diprediksi puncaknya saat anak sekolah memasuki masa libur Lebaran,” kata Sandi.
Pada periode tersebut, pegawai di institusi pemerintahan diperkirakan belum memasuki masa libur.
Sementara gelombang kedua diprediksi terjadi ketika pegawai pemerintah mulai menjalani cuti Lebaran.
“Gelombang kedua mudik ini diprediksi terjadi pada Selasa 17 Maret malam dan Rabu 18 Maret,” ujarnya.
Pihak pengelola Terminal Tanjung Priok memastikan seluruh personel siap memberikan pelayanan kepada para pemudik.
Terminal tersebut melayani perjalanan bus Antar Kota Antar Provinsi menuju berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Rute keberangkatan bus dari Terminal Tanjung Priok meliputi wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Untuk meningkatkan pelayanan selama arus mudik, pengelola terminal mendirikan Posko Terpadu di kawasan terminal.
Posko tersebut diisi oleh petugas gabungan dari berbagai instansi.
Instansi yang terlibat antara lain kepolisian, TNI, Badan Narkotika Nasional, Dinas Perhubungan, Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor Cilincing, Suku Dinas Kesehatan, serta Satuan Polisi Pamong Praja.
Pengelola terminal juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang akan masuk ke area terminal.
Pemeriksaan kendaraan dilakukan oleh Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor Cilincing untuk memastikan bus dalam kondisi laik jalan.
Selain kendaraan, kesehatan para pengemudi bus juga diperiksa sebelum melakukan perjalanan.
Petugas melakukan tes urine kepada para sopir untuk memastikan mereka bebas dari penggunaan narkoba.
Pemeriksaan kesehatan lainnya meliputi pengecekan gula darah, kolesterol, serta kondisi kelelahan pengemudi.
“Kami bekerja sama dengan tim dari BNN dan juga Suku Dinas Kesehatan dalam hal ini,” kata Sandi.
- Penulis :
- Aditya Yohan








