
Pantau - Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menyiapkan dua unit ambulans udara di wilayah Pulau Jawa untuk memberikan pertolongan medis cepat apabila terjadi insiden selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Ambulans Udara Disiagakan untuk Operasi Ketupat 2026
Kepala Baharkam Polri Komjen Pol. Karyoto menyampaikan bahwa ambulans udara tersebut disiapkan sebagai dukungan operasional dalam pengamanan mudik melalui Operasi Ketupat 2026.
Ia menjelaskan bahwa ambulans udara itu dapat digunakan sewaktu-waktu jika terjadi insiden selama perjalanan mudik.
"Secara khusus, kami dari Baharkam Polri membuat dua ambulans udara yang digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi insiden dalam perjalanan mudik. Namun, ini baru ditempatkan di Pulau Jawa," kata Karyoto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
Ambulans udara tersebut disiapkan oleh Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri sebagai bagian dari upaya memberikan respons medis cepat bagi masyarakat selama masa mudik Lebaran.
Karyoto menjelaskan bahwa helikopter ambulans udara menggunakan jenis helikopter NBO-105 dan NBO-105 P-115.
Helikopter tersebut mampu mengangkut dua korban sekaligus.
Selain itu, helikopter dilengkapi standar keselamatan penerbangan serta peralatan medis udara untuk mendukung proses evakuasi korban dalam kondisi darurat, termasuk kecelakaan.
Ia mengatakan penggunaan ambulans udara tersebut juga bertujuan memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat merayakan Lebaran.
Enam Helikopter dan Puluhan Personel Dikerahkan
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Korpolairud Baharkam Polri mengerahkan enam helikopter dan satu pesawat udara.
Sebanyak 47 personel bersiaga di Markas Komando Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri untuk mendukung operasional armada udara tersebut.
Karyoto juga menyampaikan bahwa personel Baharkam Polri bersiaga di sejumlah titik strategis.
"Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Baharkam Polri standby (siaga) di Rest Area Kalikangkung (Semarang) dan di Rest Area KM 29 (Jakarta-Cikampek)," ujarnya.
Untuk pengamanan wilayah perairan, Korpolairud Baharkam Polri menyiagakan dua kapal patroli.
Kapal tersebut yaitu Kapal Gelatik 5016 di Pelabuhan Merak, Banten, dan Kapal Bima 7015 di Pelabuhan Ketapang Gilimanuk.
Selain itu, Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara) Baharkam Polri menyiapkan 19 unit mobil patroli di Markas Komando Korsabhara.
Korsabhara juga mengerahkan polisi pariwisata dan polisi satwa untuk bertugas di berbagai tempat keramaian.
Operasi Ketupat Berlangsung 13 Hari
Sebanyak 89.228 personel Polri dilibatkan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat selama perayaan Idulfitri 1446 Hijriah.
Karyoto menjelaskan bahwa operasi tersebut dilaksanakan selama 13 hari.
"Operasi Ketupat dengan sandi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 13 hari, terhitung mulai 13 Maret dan berakhir pada 25 Maret 2026," jelasnya.
Dalam operasi itu, sebanyak 548 personel Baharkam Polri dilibatkan dalam satuan tugas operasi pusat.
Ia mengatakan seluruh personel akan ditempatkan di berbagai lokasi strategis.
"Dari keseluruhan personel yang terlibat akan diploting penugasan pada lokasi dan tempat strategis di berbagai titik kunci untuk mengoptimalkan pengamanan selama arus mudik dan balik lebaran, di antaranya ditempatkan lokasi ibadah, tempat wisata, terminal, stasiun, rest area, bandara, dan pelabuhan," katanya.
- Penulis :
- Shila Glorya








