Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

GP Ansor Situbondo Dirikan Dapur Umum untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Banyuglugur

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

GP Ansor Situbondo Dirikan Dapur Umum untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Banyuglugur
Foto: GP Ansor Situbondo, Jawa Timur, mendirikan dapur umum di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Sabtu 24/1/2026 (sumber: ANTARA/Novi Husdinariyanto)

Pantau - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Situbondo mendirikan dapur umum di Dusun Rampak, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sebagai respons atas banjir bandang yang melanda kawasan tersebut.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Situbondo, Johantono, menyatakan bahwa dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya dalam hal makanan siap saji.

"Dapur umum ini didirikan merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan GP Ansor, dan seluruh kader dan Barisan Serbaguna (Banser) turun ke lapangan melayani warga, khususnya kebutuhan makanan siap saji," ungkapnya.

Menurut Johantono, pemilihan Dusun Rampak sebagai lokasi dapur umum didasarkan pada tingkat kerusakan paling parah yang dialami warga, di mana terdapat sekitar 130 kepala keluarga terdampak.

Sebagian besar rumah warga di lokasi tersebut mengalami kerusakan berat, sehingga mereka tidak memungkinkan untuk memasak makanan sehari-hari.

Selain itu, perabotan rumah tangga termasuk alat masak banyak yang hilang terbawa arus banjir bandang yang terjadi pada Rabu malam, 21 Januari 2026.

"Untuk dapur umum di Dusun Rampak ini tiap hari kami memasak makanan siap saji 130 bungkus untuk pagi dan sore, menyesuaikan kebutuhan warga terdampak," ia mengungkapkan.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Pendirian dapur umum ini dilakukan melalui koordinasi antara GP Ansor dengan BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Situbondo.

"Rencana kami, dapur umum juga akan didirikan di Desa/Kecamatan Banyuglugur yang juga terdampak banjir," tambah Johantono.

Sementara itu, pada Kamis, 22 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui BPBD dan tim Tanggap Bencana (Tagana) telah lebih dulu mendirikan dapur umum terpusat di Kantor Kecamatan Besuki.

BPBD dan Tagana menyediakan lebih dari seribu bungkus nasi siap santap setiap hari untuk para penyintas banjir.

Dampak Banjir Bandang Luapan Sungai Lubawang

Banjir bandang terjadi akibat luapan Sungai Lubawang yang menerjang sedikitnya 440 rumah di Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, menjadikannya sebagai salah satu lokasi paling terdampak.

Di Desa Kalianget sendiri, sebanyak 246 rumah dilaporkan terdampak banjir bandang.

Adapun di Kecamatan Besuki, total 5.425 rumah ikut terdampak luapan air Sungai Lubawang dengan rincian: Desa Pesisir 2.882 rumah, Desa Kalimas 193 rumah, Desa Demung 44 rumah, dan Desa Besuki 2.306 rumah.

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Rabu, 21 Januari 2026, menyebabkan beberapa sungai di wilayah Situbondo meluap dan menggenangi permukiman warga.

Di wilayah lain, sebanyak 113 rumah terdampak di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, 169 rumah di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, serta 154 rumah di Desa/Kecamatan Kendit.

Penulis :
Shila Glorya