Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenparekraf Hadirkan 12 Gim Lokal Berkualitas Global di Lapakgaming Battle Arena 2026

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemenparekraf Hadirkan 12 Gim Lokal Berkualitas Global di Lapakgaming Battle Arena 2026
Foto: Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam, saat memberikan sambutan di acara pembukaan Lapakgaming Battle Arena Series 3 “Beyond the Battle” di Jakarta, Sabtu 24/1/2026 (sumber: ANTARA/Fitra Ashari)

Pantau - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memamerkan 12 gim lokal unggulan dalam ajang Lapakgaming Battle Arena Series 3 tahun 2026, hasil kurasi bersama dengan Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Game Indonesia (AGI).

Gim Lokal Tampil di Panggung Global

Kedua belas gim tersebut merupakan karya pengembang lokal yang telah melalui proses inkubasi dan akselerasi, serta dinilai memiliki kualitas visual, gameplay, dan story yang mampu bersaing di pasar global.

Booth bertajuk Games from Indonesia menjadi wadah bagi karya-karya ini untuk diperkenalkan kepada komunitas gamer, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenparekraf, Muhammad Neil El Himam, menyatakan bahwa saat ini banyak studio gim Indonesia yang telah menunjukkan kemampuan menciptakan produk berkualitas internasional.

"Hari ini banyak studio game Indonesia yang sudah mampu menghadirkan karya dengan visual, gameplay, dan story juga yang siap bersaing dengan karya luar negeri. Ini membutuhkan kepercayaan dan juga dukungan nyata dari semua komunitas gamer Indonesia itu sendiri," ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya memperluas eksposur gim lokal melalui partisipasi aktif dari komunitas gamer nasional.

Potensi Pasar dan Dukungan Ekosistem Digital

Neil mengajak masyarakat untuk tidak hanya memainkan gim luar negeri, tetapi juga memberikan perhatian pada gim-gim buatan anak bangsa.

"Semakin banyak gim lokal yang dimainkan pecinta gim di Indonesia akan meningkatkan pasar gim di negara sendiri dan jangan sampai penjualan gim lokal lebih besar di luar negeri," ia mengungkapkan.

Lapakgaming dinilai memiliki kontribusi besar dalam ekosistem industri gim, khususnya sebagai platform yang mampu menjangkau masyarakat pecinta gim secara luas.

"Ekosistem industri game juga meliputi pegiat industri voucher dan pembayaran seperti Lapakgaming itu sendiri yang memiliki peran penting untuk dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Platform ini dapat juga membantu memasarkan dan mengenalkan game dalam negeri secara bersamaan," jelas Neil.

Data dari Google Playstore tahun 2024 mencatat, dari sekitar 1 miliar unduhan gim, sebanyak 820 juta merupakan gim lokal Indonesia, dengan estimasi nilai ekonomi mencapai Rp600 triliun.

Meski demikian, tantangan seperti akses pasar dan promosi masih dihadapi oleh para pengembang lokal.

Neil menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan komunitas untuk memperkuat fondasi industri gim nasional.

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan industri gim Indonesia dapat berkembang secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Penulis :
Shila Glorya