
Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, memaparkan tiga agenda strategis jelang Asia Pacific Cities for Health and Development (APCAT) Summit 2026, yang akan mempertemukan puluhan kepala daerah dari Indonesia dan kawasan Asia Pasifik dalam forum kerja sama isu kesehatan dan pembangunan.
Hadapi Tantangan Industri Tembakau yang Kian Masif
Dalam pemaparannya, Bima Arya menyoroti bahwa tantangan utama saat ini adalah kuatnya pengaruh industri tembakau, terutama dalam menyasar kalangan muda.
Ia menyebut promosi industri tembakau semakin kreatif dan masif, bahkan menggunakan kemasan yang menyerupai permen dan minuman ringan.
"Tantangan kita bukan hanya menyadarkan kepala daerah, tetapi juga melawan pengaruh industri tembakau yang menyamar dalam bentuk produk yang akrab dengan anak-anak," ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini semakin memperkuat urgensi pengendalian tembakau secara lebih tegas dan konsisten di tingkat daerah.
Harmonisasi Regulasi dan Regenerasi Kepemimpinan Daerah
Agenda strategis kedua yang disampaikan Bima Arya adalah pentingnya harmonisasi regulasi antara pusat dan daerah dalam upaya pengendalian tembakau.
Ia mencontohkan keberhasilan koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyelaraskan peraturan daerah yang mendukung pengendalian tembakau.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan di tingkat daerah agar semangat pengendalian tembakau dapat diteruskan oleh pemimpin-pemimpin baru, dari tingkat gubernur hingga lurah.
"Kemendagri sedang aktif menghubungkan pemimpin lintas level agar terlibat dalam gerakan pengendalian tembakau yang berkelanjutan," ia menambahkan.
APCAT Summit 2026 diharapkan menjadi forum yang mampu mengubah ide menjadi kebijakan nyata dan tindakan langsung di tingkat lokal.
Wamendagri menegaskan bahwa pendekatan yang dibawa tidak semata formal, melainkan mendorong aksi konkret dan kolaboratif antar daerah.
- Penulis :
- Gerry Eka







