Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

TNI Rampungkan Sembilan Jembatan Darurat di Agam, Akses Transportasi Kembali Normal

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

TNI Rampungkan Sembilan Jembatan Darurat di Agam, Akses Transportasi Kembali Normal
Foto: (Sumber: Salah seorang pengendara sedang melintasi jembatan yang dibangun TNI di Aia Taganang, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Minggu (25/1/2026). ANTARA/Yusrizal.)

Pantau - Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menyelesaikan pembangunan sembilan jembatan darurat jenis aramco dan bailey di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.

Detail Lokasi dan Progres Pembangunan Jembatan

Komandan Kodim 0304/Agam, Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso, menyebutkan bahwa dari sembilan jembatan yang dibangun, empat unit merupakan jembatan aramco dan lima unit merupakan jembatan bailey.

Keempat jembatan aramco telah selesai 100 persen dan berlokasi di tiga kecamatan:

Tiga unit di Kecamatan Tanjung Raya.

Satu unit di Kecamatan Malalak.

Sementara itu, dari lima jembatan bailey:

Dua unit telah rampung 100 persen.

Satu unit mencapai progres 90 persen dan sedang dalam proses pengecatan.

Dua unit tambahan dibangun kemudian sebagai bagian dari dukungan teknis lanjutan.

Lokasi jembatan bailey tersebar di:

Sungai Rangeh, Kecamatan Tanjung Raya.

Aia Taganang, Kecamatan Matur.

Kubu Sarunai, Kecamatan Canduang.

Libatkan Ratusan Personel dan Pulihkan Mobilitas Warga

Pembangunan jembatan darurat ini melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai satuan TNI, seperti:

Batalyon Zeni Konstruksi 12/KJ Banyuasin.

Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 2/Prasada Sakti.

Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 896/Serumpun Pseko.

Batalyon Teritorial Pembangunan 897/Singgalang.

Setiap pembangunan jembatan melibatkan sekitar 50 personel dari Batalyon TP dan 20 personel teknis dari Denzipur.

Durasi pembangunan satu unit jembatan darurat diperkirakan sekitar dua minggu.

Dengan rampungnya pembangunan ini, akses transportasi masyarakat kembali normal, khususnya untuk:

Mengangkut hasil pertanian.

Menjadi jalur anak-anak menuju sekolah.

Mempermudah mobilitas warga ke daerah lain.

Warga Matur Hilia, Dahril (38), menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan jembatan bailey yang dibangun TNI.

Ia menyebut jembatan sebelumnya di Sungai Batang Aia Taganang mengalami rusak berat akibat arus deras saat hujan lebat pada akhir November 2025.

Akibat kerusakan itu, lalu lintas dari Kecamatan Matur ke Palupuh dan Bukittinggi lumpuh total, dan warga hanya bisa menggunakan jembatan darurat dari kayu yang hanya mampu dilalui kendaraan roda dua.

Penulis :
Gerry Eka