Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gempa Pacitan Magnitudo 5,7, KRL Palur–Yogyakarta Sempat Terhenti di Stasiun Maguwoharjo

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gempa Pacitan Magnitudo 5,7, KRL Palur–Yogyakarta Sempat Terhenti di Stasiun Maguwoharjo
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Kereta api di perlintasan kereta api wilayah Daop 6 Yogyakarta. ANTARA/HO-Humas Daop 6 Yogyakarta/pri.)

Pantau - KRL Palur–Yogyakarta sempat terhenti di Stasiun Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,7 yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa pukul 08.20 WIB.

Kereta yang terhenti adalah KRL Yogyakarta KA 721 yang melayani rute Palur–Yogyakarta dan terdampak kebijakan penghentian sementara perjalanan kereta api pascagempa.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menjelaskan penghentian sementara seluruh perjalanan kereta api dilakukan sebagai prosedur keselamatan pascagempa.

"Pemeriksaan prasarana pascagempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga," ungkapnya.

Tim lapangan KAI Daop 6 Yogyakarta langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung perkeretaapian lainnya.

Setelah hasil pemeriksaan dinyatakan aman, seluruh perjalanan kereta api kembali diizinkan beroperasi dan berjalan normal pada pukul 08.48 WIB.

Selama proses pemeriksaan, sebanyak 16 perjalanan kereta api sempat berhenti sementara, termasuk KRL Yogyakarta–Palur KA 712 dan KA 721.

Salah satu penumpang KRL KA 721 bernama Intan Martha B menyebut kereta sempat berhenti sekitar 25 menit saat tiba di Stasiun Maguwoharjo.

"Gempa tidak terasa, tapi saya tahu dari pengumuman di kereta bahwa kereta tidak bisa jalan karena ada gempa sehingga perlu dilakukan pengecekan jalur kereta," ungkapnya.

BMKG melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,7 tersebut memiliki episenter di darat sekitar 24 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 122 kilometer.

Guncangan gempa dirasakan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan intensitas II MMI dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Penulis :
Ahmad Yusuf