Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kolaborasi BRIN dan Bappenas Diperkuat Lewat Program Satu Data Indonesia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kolaborasi BRIN dan Bappenas Diperkuat Lewat Program Satu Data Indonesia
Foto: Kepala BRIN Arif Satria dalam acara Kolaborasi Satu Data Indonesia Untuk Pembangunan Pusat dan Daerah di Jakarta, Senin 26/1/2026 (sumber: BRIN)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dalam penguatan program Satu Data Indonesia guna memperkuat kebijakan pembangunan nasional.

Dukungan BRIN difokuskan pada penguatan tata kelola data, pengembangan komputasi big data melalui high performance computer, metodologi analisis, serta pemanfaatan data dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan.

"Untuk itu kolaborasi diperlukan dan kami siap mendukung, Pak Menteri Bappenas, dalam penguatan tata kelola data, pengembangan komputasi big data menggunakan high performance computer, pengembangan metodologi analisis, serta pemanfaatan data untuk penyusunan dokumen perencanaan pembangunan," ungkap Kepala BRIN, Arif Satria.

Satu Data Jadi Fondasi Perencanaan Nasional

Arif menyampaikan bahwa Bappenas memiliki peran kunci dalam mengawal visi dan misi Presiden RI agar dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan serta rencana pembangunan nasional.

Menurutnya, program Satu Data Indonesia menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa seluruh proses perencanaan pembangunan berbasis pada data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai bentuk sinergi, BRIN dan Bappenas telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait kerja sama dalam pengembangan kebijakan dan perencanaan pembangunan berbasis riset dan inovasi.

MoU tersebut bertujuan untuk mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Kolaborasi Lintas Lembaga dan Teknologi AI

Penandatanganan MoU antara BRIN dan Bappenas merupakan bentuk komitmen jangka panjang dalam mengawal agenda pembangunan nasional.

Tidak hanya BRIN, kementerian dan lembaga lain juga turut menandatangani MoU serupa untuk memperkuat tata kelola data nasional.

Tujuannya adalah menjamin keterpaduan dalam penyelenggaraan data demi mendukung pembangunan yang lebih akurat dan terarah.

"Besar harapan kami, nota kesepahaman ini dapat diimplementasikan untuk mendukung terwujudnya data dasar riset dan inovasi, serta sinergi analisis kebijakan berbasis ilmu pengetahuan dengan melibatkan berbagai organisasi riset yang ada," ia mengungkapkan.

Dalam penguatan riset, Arif juga menginformasikan bahwa BRIN saat ini tengah mengembangkan analisis citra satelit berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Citra tersebut nantinya dapat menghasilkan visualisasi berupa foto atau gambar yang kemudian dianalisis dalam bentuk narasi ilmiah.

"Semoga kerjasama ini bisa semakin sinergis menjadi pilar penting dalam menjadikan visi Bapak Presiden dan mencepat tercapai pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat, berdaya saing dan berkeadilan," ujar Arif menutup.

Penulis :
Leon Weldrick