Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DPR Dukung Penuh ICDEC, Banyu Biru Soroti Insentif Strategis untuk Industri Chip dan AI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPR Dukung Penuh ICDEC, Banyu Biru Soroti Insentif Strategis untuk Industri Chip dan AI
Foto: (Sumber: IAnggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot. ANTARA/HO-DPR RI.)

Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot, menyambut positif pengenalan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai langkah strategis dalam membangun industri masa depan berbasis teknologi tinggi.

Dorong Insentif untuk Industri Strategis dan Hilirisasi Logam Tanah Jarang

Dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian di kompleks parlemen, Banyu Biru menekankan pentingnya pemberian insentif bagi sektor-sektor kunci seperti semikonduktor, kecerdasan buatan (artificial intelligence), cloud infrastructure, dan hilirisasi logam tanah jarang.

"Pada poin penguatan, ICDEC Indonesia Chip Design Collaborative Center yang dikenalkan oleh Menteri Perindustrian, saya memberikan penekanan pada insentif industri semikonduktor, AI (kecerdasan buatan), cloud infrastruktur, dan pengembangan hilirisasi logam tanah jarang", ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa arah kebijakan industri nasional sudah berada di jalur yang tepat.

"Menurut saya arahnya sudah sangat bagus, dari digital economy ke intelligence economy", katanya.

Banyu Biru juga mengutip teori hype dari CEO NVIDIA, Jensen Huang, sebagai kerangka untuk membangun ekosistem industri teknologi tinggi yang terintegrasi.

"Teori hype dari Jensen Huang NVIDIA itu ada lima poin yang meliputi energinya seperti apa, chip-nya, model AI seperti apa, cloud infrastruktur, dan apps-nya seperti apa", jelasnya.

Libatkan Kampus dan Adopsi Praktik Global

Banyu Biru mengapresiasi keterlibatan 16 perguruan tinggi dalam pengembangan ICDEC.

"Saya juga mengapresiasi 16 kampus atau universitas yang ikut dalam pengembangan ICDEC. Mengacu data Kementerian Ekonomi Kreatif 2025 untuk apps pencapaian investasi dan dukungan anggaran sudah Rp40 triliun lebih. Potensinya sangat luar biasa", ujarnya.

Ia mendorong agar Indonesia belajar dari praktik-praktik terbaik di negara lain yang sudah maju dalam industri semikonduktor.

"Secara komparasi studi di Taiwan dengan TSMC, SMIC di China, Samsung, dan Intel. Apabila kita bisa mengadopsi seperti ini akan menjadi luar biasa", ia menambahkan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya merancang insentif fiskal dan nonfiskal secara selektif dan strategis.

"Saya mendorong penguatan dan support untuk kita belajar lebih jauh bagaimana insentif fiskal dan nonfiskal dirancang secara selektif dan strategis sehingga tidak hanya menarik investasi tetapi juga memastikan pembangunan ekosistem industri dari hulu ke hilir, termasuk hilirisasi logam tanah jarang yang berorientasi nilai tambah dan keberlanjutan lingkungan", jelasnya.

Menutup pernyataannya, Banyu Biru memberikan apresiasi terhadap peluncuran ICDEC.

"Terakhir, saya ucapkan selamat. ICDEC-nya ini keren dan paten", ungkapnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf