
Pantau - Sebanyak 17 unit rumah hunian sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana mulai dihuni korban bencana tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, setelah diterima oleh 17 kepala keluarga terdampak.
Rumah hunian sementara tersebut diperuntukkan bagi warga Desa Cibeunying yang rumahnya mengalami rusak berat dan tertimbun material longsor akibat bencana yang terjadi pada 13 November 2025.
Informasi tersebut disampaikan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana di Jakarta pada Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menyampaikan, "Sebanyak 56 huntara telah dibangun, dan Alhamdulillah hari ini 17 kunci huntara diserahkan kepada 17 kepala keluarga penerima manfaat", ungkapnya.
BNPB mencatat total hunian sementara yang dibangun berjumlah 56 unit sebagai bagian dari mitigasi karena terdapat 49 rumah warga yang berada di zona rawan longsor.
BNPB juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Cilacap menyiapkan regulasi pengelolaan hunian tetap agar tidak disewakan atau diperjualbelikan.
Salah satu penerima hunian sementara, Tarkim, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan kepada korban longsor.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Kepala BNPB, Bapak Gubernur Jawa Tengah, dan Bapak Bupati Cilacap", ujar Tarkim.
Ia menambahkan, "Alhamdulillah, hunian sementara sudah kami terima dengan fasilitas yang lengkap dan sangat mendukung kebutuhan kehidupan sehari-hari".
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








