Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Program Padat Karya Gerakkan Ekonomi Warga Pascabencana di Sumatera, Libatkan Lebih dari 30 Ribu Tenaga Lokal

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Program Padat Karya Gerakkan Ekonomi Warga Pascabencana di Sumatera, Libatkan Lebih dari 30 Ribu Tenaga Lokal
Foto: (Sumber: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (ANTARA/HO - Kementerian PU).)

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa program padat karya yang diluncurkan sejak 12 Desember 2025 telah berhasil menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Pulihkan Infrastruktur dan Ekonomi Masyarakat Sekaligus

"Sejak 12 Desember 2025 lalu, kami juga telah meluncurkan program padat karya dengan melibatkan lebih dari 30.100 tenaga kerja lokal, sehingga turut menggerakkan perekonomian masyarakat setempat," ungkap Dody.

Penanganan dilakukan secara terpadu di empat bidang utama: Bina Marga, Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Prasarana Strategis.

Tujuan utama dari penanganan ini adalah untuk memastikan pemulihan infrastruktur dasar dan kelangsungan aktivitas masyarakat yang terdampak.

Kementerian PU telah mengerahkan sekitar 1.377 personel, termasuk 402 Generasi Muda PU.

Kegiatan tersebut juga didukung oleh 1.366 personel TNI dan masyarakat, serta melibatkan sekitar 1.937 alat berat, 500 unit sarana prasarana pendukung, dan 6.352 bahan material.

Wilayah penanganan mencakup tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Padat Karya Jadi Solusi Sosial dan Ekonomi Pascabencana

Program Padat Karya Tunai yang diterapkan tidak hanya bertujuan membangun kembali infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana pemulihan mata pencaharian warga.

Program ini memberikan kesempatan kerja dan penghasilan bagi masyarakat lokal, sehingga pemulihan pascabencana bisa dirasakan secara langsung oleh warga terdampak.

Dody menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik.

"Tugas kita salah satunya bersih-bersih, dan itu kita kerjakan 24 jam, didukung penuh oleh TNI, Polri, dan masyarakat melalui pola padat karya. Kita harus bergerak cepat supaya perekonomian segera bergulir lagi. Masyarakat harus segera punya penghasilan kembali, apalagi banyak yang sebelumnya petani dan usahanya rusak akibat bencana," ia menjelaskan.

Di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau alat berat, Kementerian PU mengandalkan pekerja padat karya dengan menggunakan peralatan kecil.

Langkah ini dilakukan agar proses pembersihan tetap efektif dan menjangkau seluruh area terdampak, termasuk permukiman warga dan fasilitas umum.

Penulis :
Ahmad Yusuf