
Pantau - TNI Angkatan Udara (TNI AU) melalui pasukan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Selasa, 27 Januari 2026.
Tim Masih Bertahan di Lokasi Meski Cuaca Menantang
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengonfirmasi keterlibatan Korpasgat dalam operasi kemanusiaan tersebut saat dikonfirmasi di Jakarta pada Rabu.
"Memasuki hari keempat pascabencana, prajurit Korpasgat di bawah pimpinan Kapten Pas Iswahyudi bersama tim SAR gabungan masih bertahan di lokasi terdampak," ungkapnya.
Selama proses pencarian dan evakuasi korban, tim menghadapi sejumlah kendala utama seperti curah hujan yang tinggi dan medan yang cukup sulit.
Curah hujan menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu longsor susulan yang dapat membahayakan tim penyelamat.
"Meski banyak kendala, operasi tetap berlangsung secara bertahap di beberapa titik dengan dukungan peralatan SAR yang tersedia," tambah I Nyoman.
Komitmen TNI AU dalam Tanggap Bencana
Ia menyampaikan bahwa kehadiran Korpasgat di lokasi bencana merupakan bentuk nyata komitmen TNI AU dalam membantu masyarakat yang terdampak.
"Kehadiran prajurit Korpasgat menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Udara dalam membantu masyarakat, dengan terus berjuang bersama tim SAR gabungan untuk mengevakuasi korban," ujarnya.
I Nyoman berharap partisipasi aktif Korpasgat dapat memaksimalkan upaya pencarian dan seluruh korban longsor dapat segera ditemukan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







