
Pantau - Kementerian Pariwisata menetapkan Sungai Lokop di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, sebagai salah satu destinasi prioritas dalam program pemulihan pascabencana setelah rusak parah akibat banjir bandang.
Perubahan Bentang Alam Hancurkan Daya Tarik Wisata
"Memasuki tahap krusial pemulihan dan rekontruksi pasca banjir bandang, tentunya destinasi wisata Sungai Lokop akan menjadi prioritas," kata Kementerian Pariwisata saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Sungai Lokop sebelumnya dikenal sebagai destinasi favorit wisatawan dengan daya tarik utama berupa titi gantung dan aliran air jernih.
Namun, banjir bandang yang terjadi mengubah kondisi bentang alam secara drastis, menjadikan kawasan tersebut kini berupa lapangan pasir.
"Saat ini Sungai Lokop tidak dapat difungsikan sebagai daya tarik wisata," ujar kementerian.
Perubahan jalur aliran sungai juga berdampak signifikan, dengan air sungai kini mengalir hingga ke kaki gunung, jauh dari lokasi wisata sebelumnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Timur, Syahril, menyatakan bahwa hampir 80 persen objek wisata di Aceh Timur mengalami kerusakan ringan hingga berat.
"Sungai yang sebelumnya menjadi destinasi wisata berubah menjadi lapangan pasir," katanya.
Wilayah yang sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan kini tidak lagi berfungsi sebagai objek wisata karena rusaknya struktur alam.
Pemerintah Siapkan Program Pemulihan Terpadu
Sebagai bagian dari langkah pemulihan, Kementerian Pariwisata mendorong sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga terkait.
Upaya pemulihan dilakukan melalui penyediaan sarana mitigasi bencana, jalur evakuasi, pelatihan SDM pariwisata, serta peningkatan koordinasi lintas sektor.
Sosialisasi berkelanjutan juga digencarkan kepada masyarakat dan pelaku pariwisata agar lebih siap menghadapi kondisi darurat di masa mendatang.
Kementerian menerapkan manajemen krisis kepariwisataan dengan menyediakan informasi yang menjaga citra pariwisata selama dan setelah bencana terjadi.
Program pemulihan dilakukan melalui tourism recovery program, pemasangan fasilitas keselamatan, serta promosi ulang destinasi yang terdampak.
Sungai Lokop kini menjadi contoh nyata perubahan kondisi alam akibat bencana yang memerlukan pemulihan serius untuk mengembalikan fungsinya sebagai objek wisata.
Selain Sungai Lokop, kerusakan berat juga dialami destinasi pantai di kawasan Matang Rayeuk dan PP Idi Timur, tempat di mana hampir seluruh pondok wisata rusak diterjang banjir dan gelombang laut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







