
Pantau - COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa seluruh pengadaan kapal oleh BUMN pelayaran kini diwajibkan dilakukan melalui PT PAL Indonesia guna memperkuat industri perkapalan nasional.
Kebijakan ini diberlakukan bagi perusahaan-perusahaan pelayaran milik negara seperti PT Pelni, ASDP, dan Pertamina International Shipping (PIS).
"Kita mewajibkan seluruh perusahaan kita yang bergerak di bidang perkapalan, wajib atau harus memproduksi di PT PAL," ungkap Dony Oskaria dalam pernyataannya.
Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisi galangan kapal nasional serta memajukan industri perkapalan dan pelayaran dalam negeri.
Kebijakan Protektif untuk Pertumbuhan Industri
Dony menjelaskan bahwa keberpihakan terhadap industri dalam negeri merupakan syarat mutlak agar sektor ini dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Tanpa ada keberpihakan dan proteksi, tidak mungkin kita bisa tumbuh. Karena itu kami mewajibkan PT Pelni, ASDP, PIS atau Pertamina International Shipping untuk membuat seluruh kapalnya di situ," ia mengungkapkan.
Konsolidasi PT PAL Indonesia disebut telah rampung pada tahun sebelumnya dan akan dilanjutkan pada tahun ini untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut.
Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menyatakan bahwa langkah ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas produksi kapal nasional serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor maritim.
"Dengan tumbuhnya industri ini akan ada pekerjaan, kemudian kemampuan kita tentu akan meningkat. Kalau selalu kita berpikir bahwa mereka tidak mampu, hasilnya jelek, sampai kapan kita bisa untuk menuju titik yang kita harapkan," kata Dony.
Transformasi Industri Kereta Api Juga Masuk Prioritas
Selain industri perkapalan, Dony juga menyoroti transformasi di sektor perkeretaapian nasional melalui PT Industri Kereta Api (Inka).
Transformasi tersebut telah dimasukkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026.
RKAP mencakup peningkatan kinerja keuangan dan penguatan fasilitas produksi PT Inka yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur.
"Ini sejalan dengan transformasi yang dilakukan oleh PT KAI. KAI di dalam lima tahun ke depan akan melakukan transformasi terhadap gerbong dan juga lokomotif kita yang memang sudah cukup tua," jelas Dony.
- Penulis :
- Leon Weldrick







