Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kolaborasi Bali-NTB-NTT Kian Konkret, NTB Siap Pimpin Studi Super Grid Energi Terbarukan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kolaborasi Bali-NTB-NTT Kian Konkret, NTB Siap Pimpin Studi Super Grid Energi Terbarukan
Foto: Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena dan Gubernur Bali, I Wayan Koster saat penandatanganan MoU Kerja Sama Regional Bali-Nusa Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur (KRBNN) di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 28/1/2026 (sumber: Pemprov NTB)

Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan kesiapannya untuk memimpin pengembangan super grid energi terbarukan dan konektivitas kawasan dalam kerangka Kerja Sama Regional Bali-Nusa Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur (KRBNN).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan ketiga KRBNN yang digelar di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 28 Januari 2026.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa kerja sama regional ini telah melangkah dari komitmen politik menjadi aksi nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

"Kerja sama ini bukan lagi wacana. Kita sudah melihat dampak nyata, salah satunya dari penguatan konektivitas. Jumlah rute penerbangan dari dan menuju NTB meningkat dari 18 menjadi 27 rute. Ini menunjukkan bahwa integrasi kawasan Bali-NTB-NTT sudah berjalan dan terus berkembang," ungkapnya.

Penguatan Kerja Sama Lintas Sektor

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan para gubernur di Bali pada 3 November 2025 dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Mandalika, Lombok, NTB, pada 25 November 2025.

Dalam pertemuan ketiga ini, ketiga provinsi memasuki tahap konsolidasi dan memperkuat implementasi kerja sama lintas sektor.

Kepala perangkat daerah dari Bali, NTB, dan NTT menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama teknis yang merupakan tindak lanjut dari MoU tersebut.

Lima bidang strategis yang menjadi cakupan kerja sama teknis tersebut meliputi optimalisasi pariwisata dan ekonomi kreatif terintegrasi, pengembangan super grid energi terbarukan kawasan, penguatan perdagangan dan ekspor antarprovinsi, pengembangan sistem transportasi dan konektivitas laut, penyeberangan, serta udara, dan integrasi perencanaan pembangunan regional.

Gubernur Iqbal menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk baru regionalisme dari daerah untuk menjawab tantangan nasional dan global.

Ia menegaskan kesiapan NTB untuk memimpin studi kelayakan pengembangan super grid energi terbarukan di kawasan Bali-NTB-NTT.

"Potensi energi surya, angin, air, dan panas bumi di kawasan ini dinilai sangat besar untuk mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi bersih," ia mengungkapkan.

Sekretariat Bersama dan Komitmen PON 2028

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan kesiapan NTT menjadi pusat koordinasi kerja sama dengan membentuk Sekretariat Bersama KRBNN.

Ia menekankan bahwa kerja sama ini harus menjadi rumah bersama bagi kolaborasi nyata, bukan sekadar kesepakatan administratif.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menegaskan peran Bali sebagai hub pariwisata dan ekspor regional.

"Bali, NTB, dan NTT tidak boleh berkembang secara parsial, melainkan harus dibangun sebagai satu kesatuan kawasan ekonomi dan pariwisata yang saling melengkapi," ujarnya.

Selain perjanjian kerja sama teknis, dilakukan pula penandatanganan surat pernyataan kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 oleh Gubernur NTB dan Gubernur Bali.

Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama dalam penyelenggaraan PON yang efisien, kolaboratif, dan berbasis kerja sama regional.

Acara ini dihadiri oleh pejabat perangkat daerah dari ketiga provinsi, para bupati dan wali kota, serta ketua dan pimpinan DPRD masing-masing daerah.

Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan dukungan politik dan kelembagaan terhadap keberlanjutan kerja sama regional Bali-NTB-NTT.

Melalui KRBNN, ketiga provinsi berkomitmen mengakhiri pola pembangunan parsial dan membangun kawasan Bali-Nusra sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.

Kawasan ini ditargetkan memiliki daya saing nasional dan internasional serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis :
Leon Weldrick