Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Banjir Kembali Rendam Kebon Pala Kampung Melayu, Ketinggian Air Capai 135 Sentimeter

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Banjir Kembali Rendam Kebon Pala Kampung Melayu, Ketinggian Air Capai 135 Sentimeter
Foto: (Sumber: Sejumlah anak bermain air saat banjir melanda RT 13/RW 04 Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza/aa.)

Pantau - Banjir kembali merendam kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Kamis pagi dengan ketinggian air mencapai 135 sentimeter.

Ketinggian Air Terus Meningkat

Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu Sanusi menyampaikan "Pagi ini, sekarang pukul 08.30 WIB, ketinggian air sudah mencapai 135 sentimeter," ungkapnya.

Sanusi menjelaskan banjir mulai tinggi sejak pukul 05.00 WIB dan hingga pagi hari ketinggian air masih terus meningkat.

Ia mengatakan "Kalau hujan terus, ditambah waktu hujannya lama, terus udah siaga tiga penampungan air, bisa jadi mengalami peningkatan, terus tinggi banjirnya," ujarnya.

Sanusi menambahkan "Dari semalam, air sudah tinggi, hampir satu meter. Pagi ini, sekitar 135 sentimeter dan masih naik," katanya.

Warga Bertahan dan Imbauan BPBD

Meski ketinggian air cukup tinggi, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi dan sebagian besar memilih bertahan di lantai dua rumah masing-masing.

Sanusi menegaskan "Belum ada yang mengungsi, warga masih bertahan di lantai dua," ucapnya.

Banjir di kawasan langganan tersebut mengganggu aktivitas warga yang kini menunggu air surut sambil memantau perkembangan kondisi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melaporkan sebanyak 17 rukun tetangga di Jakarta Timur dan Jakarta Barat terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menyampaikan "Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," katanya.

Ia menjelaskan banjir disebabkan hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya hingga menyebabkan Bendung Katulampa berstatus Waspada atau Siaga 3.

Mohamad Yohan menyatakan "Penyebab curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung serta Kali Pesanggrahan," ungkapnya.

Penulis :
Aditya Yohan