Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Menag Minta Reformasi Birokrasi Kementerian Agama Berbasis Validitas Data dan Penguasaan Teknologi

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Menag Minta Reformasi Birokrasi Kementerian Agama Berbasis Validitas Data dan Penguasaan Teknologi
Foto: Menag memberikan arahan kepada para peserta Rakernas BMBPSDM 2026 untuk kuasai data autentik dan teknologi (sumber: Kemenag)

Jakarta (Kemenag) - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa validitas data dan penguasaan teknologi digital menjadi kunci utama dalam memperkuat tata kelola birokrasi Kementerian Agama. Hal tersebut disampaikan Menag saat membuka Rakernas Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Menag menekankan bahwa setiap kebijakan dan program kerja Kemenag harus disusun berdasarkan data yang akurat, presisi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kualitas data sangat menentukan arah pengambilan keputusan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.

“Sudah saatnya kita membuka lembaran baru Kementerian Agama dengan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM agar mampu menjawab tantangan era digital,” ujar Menag.

Dalam arahannya, Menag mendorong peningkatan kompetensi digital bagi pejabat dan pegawai Kemenag. Ia mencontohkan praktik baik di sejumlah instansi pemerintah yang telah memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mendukung kerja yang lebih cepat, terukur, dan berbasis data.

Menag juga mengingatkan pentingnya penyajian data yang semakin detail dan faktual dalam setiap forum pimpinan. Ia berharap laporan dan presentasi tidak lagi bersifat formalitas, melainkan mampu memberikan gambaran utuh sebagai dasar perumusan kebijakan yang tepat sasaran.

Selain itu, Menag menyoroti pentingnya sinkronisasi data antar-unit kerja di lingkungan Kemenag. Ia meminta para pejabat Eselon I untuk memastikan data yang disampaikan telah melalui proses verifikasi yang ketat sebelum dilaporkan ke pimpinan maupun dipublikasikan kepada masyarakat.

“Akuntabilitas data menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas institusi. Karena itu, pengendalian dan konsistensi data harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menag juga menyinggung tantangan pengembangan sumber daya manusia keagamaan di tengah dinamika sosial yang terus berubah. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi keagamaan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman pemahaman keagamaan serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menag mengajak BMBPSDM untuk melakukan kajian berkelanjutan terkait kebutuhan riil pegawai dan efektivitas struktur organisasi. Ia berharap pemanfaatan anggaran negara dapat semakin diarahkan pada program-program yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan keagamaan kepada umat.

Terkait pengembangan talenta, Menag menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda yang memiliki potensi dan kapasitas, tanpa mengesampingkan peran dan pengalaman para senior. Keseimbangan antara pengalaman dan inovasi dinilai penting untuk membangun organisasi yang adaptif dan berkelanjutan.

Menutup arahannya, Menag menegaskan bahwa keberhasilan Kementerian Agama tidak ditentukan oleh satu figur, melainkan oleh kerja tim yang solid dan kolaboratif.

“Di Kementerian Agama tidak ada "superman", yang ada adalah "superteam". Mari kita saling bersinergi, terus belajar, dan berbenah bersama demi menjaga marwah institusi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Penulis :
Shila Glorya