Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Dorong Penguatan Literasi Keuangan dalam Bimwin untuk Cegah Konflik Rumah Tangga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenag Dorong Penguatan Literasi Keuangan dalam Bimwin untuk Cegah Konflik Rumah Tangga
Foto: (Sumber: Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin. ANTARA/HO-Kemenag)

Pantau - Kementerian Agama mendorong penguatan materi literasi keuangan dalam bimbingan perkawinan atau Bimwin sebagai strategi pencegahan konflik rumah tangga sejak awal pernikahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia menilai banyak konflik rumah tangga dipicu oleh persoalan ekonomi yang sebenarnya dapat dicegah melalui perencanaan dan pemahaman keuangan sejak awal.

Menurutnya, berbagai persoalan rumah tangga kerap bermula dari ketidaksiapan pasangan dalam mengelola keuangan keluarga.

Oleh karena itu, Bimwin dinilai tidak cukup hanya membekali pasangan dengan aspek hukum dan keagamaan.

Bimwin juga harus memberikan keterampilan praktis yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari pasangan suami istri.

Kamaruddin Amin menegaskan bahwa keberhasilan Kantor Urusan Agama tidak hanya diukur dari kelancaran layanan administrasi.

Ia menyebut indikator keberhasilan KUA juga dilihat dari dampak sosial yang dihasilkan di masyarakat.

Dampak sosial tersebut antara lain menurunnya angka perceraian dan berkurangnya praktik pernikahan anak.

Menurutnya, KUA harus berperan sebagai instrumen pencegahan, bukan sekadar lembaga pencatatan pernikahan.

Ia memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat 1,48 juta peristiwa pernikahan di Indonesia.

Jumlah tersebut meningkat sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau setara sekitar 4.827 peristiwa nikah.

Di sisi lain, Kementerian Agama mencatat penurunan signifikan angka perkawinan anak hingga 52 persen.

Penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh penguatan program bimbingan pranikah bagi remaja.

Kamaruddin menyebut bimbingan pranikah untuk remaja terbukti memberikan dampak nyata.

Ia mengatakan edukasi yang tepat mampu membangun kesadaran dan menunda pernikahan usia anak.

Program tersebut juga dinilai efektif dalam mempersiapkan generasi muda untuk membangun keluarga yang lebih matang.

Ke depan, Kamaruddin menegaskan materi Bimwin perlu terus diperluas.

Materi tambahan tersebut meliputi pengelolaan keuangan keluarga, perencanaan ekonomi rumah tangga, dan penguatan komunikasi pasangan.

Kemenag berharap pasangan yang menikah tidak hanya sah secara hukum dan agama.

Pasangan juga diharapkan siap secara mental, sosial, dan ekonomi dalam membangun rumah tangga.

Ia menegaskan peran strategis KUA sebagai garda terdepan layanan keagamaan negara.

Penulis :
Aditya Yohan