
Pantau - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menargetkan menjadi bank dengan layanan finansial lengkap atau full banking services dengan memperluas layanan di luar fokus utama kredit pemilikan rumah (KPR).
Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri mengatakan perusahaan mulai menawarkan layanan perbankan yang lebih luas seperti payroll, kartu kredit, investasi, Kredit Ringan untuk renovasi rumah, kredit multiguna, pembiayaan kendaraan mobil dan motor, serta kredit modal kerja.
"Kami akan mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya, kalau finansial keluarga itu ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara "Talk Show & Anugerah Jurnalistik dan Foto BTN 2026".
Nyoman menjelaskan bahwa transformasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi baru BTN untuk periode 2025 hingga 2029.
Transformasi bisnis dilakukan melalui ekspansi secara efisien dengan pembaruan operasional kredit, modernisasi kantor cabang, serta pengembangan layanan digital.
BTN juga memperkuat mesin pendanaan berkelanjutan atau sustainable funding, meningkatkan proposisi produk dan cross selling, serta menghadirkan layanan perbankan yang lebih lengkap.
"Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan," kata Nyoman.
BTN Terapkan Sistem Loan Factory
BTN juga menempatkan pengalaman nasabah atau customer experience sebagai prioritas utama dalam menghadirkan layanan perbankan yang lebih lengkap.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembaruan proses pengelolaan kredit atau loan processing agar lebih efisien, cepat, dan memiliki standar yang seragam.
Pembaruan operasional kredit tersebut dilakukan melalui sistem loan factory yang memusatkan proses pengajuan dan pengolahan kredit konsumer termasuk KPR.
Sebelumnya proses operasional kredit BTN dilakukan melalui enam regional sehingga menimbulkan kendala seperti standar proses antar wilayah yang belum seragam, kontrol dan monitoring yang belum terpusat, serta kapasitas dan produktivitas antar regional yang tidak merata.
Dengan sistem loan factory, proses kredit kini disentralisasi di pusat sehingga diharapkan lebih efisien dan terkontrol.
Modernisasi Cabang dan Penguatan Layanan Digital
Selain pembaruan operasional kredit, BTN juga melakukan modernisasi jaringan kantor cabang melalui program rejuvenating branch.
Konsep kantor cabang yang sebelumnya dianggap kaku dan birokratis diubah menjadi lebih modern serta ramah terhadap nasabah.
Sepanjang tahun 2025 BTN telah membuka 20 kantor cabang baru, merelokasi 29 kantor cabang, serta melakukan penataan ulang terhadap 10 kantor cabang agar lebih modern dan nyaman.
"Kami ingin mengubah kesan lama bahwa kantor cabang bank itu kuno dan birokratis. Ke depan, cabang BTN akan menyesuaikan perkembangan zaman dengan konsep yang lebih modern dan dinamis," ujar Nyoman.
BTN juga mempercepat digitalisasi layanan melalui pengembangan BTN Digital Store.
Digital store tersebut tidak hanya berada di kantor cabang tetapi juga hadir di pusat perbelanjaan dan kawasan komersial.
"Kami hadir di area komersial, di mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet yang bisa melayani kapan saja melalui digital store," katanya.
Transformasi operasional BTN juga mencakup pengelolaan dokumen kredit melalui pembangunan Records Center atau pusat penyimpanan dan pengelolaan dokumen kredit.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan terhadap besarnya data portofolio KPR yang dimiliki BTN.
"Portofolio KPR BTN sangat besar sehingga tata kelola dokumen agunan harus dilakukan secara baik dan aman. Karena itu kami membangun records center dengan sistem yang lebih modern. Ruang penyimpanan tahan api, rayap, dan high secured. Penyimpanan dengan dossier box, bukan amplop," ujar Nyoman.
- Penulis :
- Aditya Yohan







