Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenhaj Tegaskan Hanya Petugas Haji yang Lolos Seleksi Ketat yang Akan Diberangkatkan ke Tanah Suci

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenhaj Tegaskan Hanya Petugas Haji yang Lolos Seleksi Ketat yang Akan Diberangkatkan ke Tanah Suci
Foto: (Sumber: Wadan Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Muftiono dan Juru Bicara Kemenhaj Suci Anisa Mawardi memberikan keterangan kepada awak media di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis (29/1/2026) malam. ANTARA/HO-MCH 2026/pri.)

Pantau - Kementerian Haji (Kemenhaj) menegaskan bahwa hanya peserta diklat calon petugas haji yang memenuhi syarat dan lolos seleksi ketat yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026.

Hanya Petugas Berkualifikasi yang Bisa Berangkat

Wakil Komandan Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Muftiono, menyampaikan penegasan ini dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis malam, 29 Januari 2026.

Hal tersebut disampaikan menyusul evaluasi akhir yang menunjukkan adanya peserta diklat yang tidak memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.

"Memang di sisi kami yang mengawasi training dan diklat, itu membuat satu kurikulum yang harapannya adalah untuk sampai pada tujuan utama," ujar Muftiono.

Kurikulum diklat tahun ini disusun berdasarkan arahan langsung Menteri Haji dan Umrah, dengan fokus pada tiga pilar utama, yakni kebugaran fisik, kedisiplinan tinggi, dan integritas.

"Tujuan utama dari diklat itu kan, satu, membentuk petugas haji yang bugar. Kedua, membentuk petugas haji yang disiplin. Berikutnya, membentuk petugas haji yang berintegritas," ia menegaskan.

Ketidakmampuan peserta dalam memenuhi salah satu dari ketiga indikator tersebut menjadi dasar kegagalan dalam pelatihan.

"Apabila tujuan utama itu tidak ada atau kurang, tentu saja itu menjadi indikator kegagalan," sambung Muftiono.

Standar Pelayanan Tanpa Kompromi

Penegasan ini juga sejalan dengan pernyataan Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang sebelumnya memperingatkan agar calon petugas meluruskan niat dan tidak hanya bermaksud “nebeng naik haji”.

Diklat tahun ini bahkan menggunakan metode semi-militer untuk membentuk kesiapan fisik dan mental yang tangguh bagi para petugas haji.

Sebagai bentuk ketegasan, enam peserta diklat sudah dicopot karena tidak memenuhi standar, baik dari sisi kesehatan maupun kedisiplinan.

Juru Bicara Kemenhaj, Suci Anisa Mawardi, membenarkan hasil evaluasi akhir yang menunjukkan bahwa tidak semua peserta layak diberangkatkan.

"Kita berharap untuk semua petugas haji akan diberangkatkan ke Arab Saudi. Tapi berdasarkan hasil selama diklat ternyata tidak memungkinkan," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil demi kenyamanan dan keselamatan jamaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci.

"Karena kita ingin pelaksanaan 2026 ini menghasilkan pelayanan yang maksimal terkhusus untuk jamaah haji," tegas Suci.

Penulis :
Aditya Yohan