Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pendekatan Emosional dan Komunikasi Aman Jadi Kunci Dampingi Remaja Hadapi Tren

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pendekatan Emosional dan Komunikasi Aman Jadi Kunci Dampingi Remaja Hadapi Tren
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Orang tua menciptakan interaksi hangat dengan anak. ANTARA/Sizuka.)

Pantau - Membangun relasi emosional yang aman dan komunikasi terbuka antara orang dewasa dan remaja menjadi langkah penting dalam membantu remaja menghadapi pengaruh tren dan popularitas.

Validasi dan Diskusi Lebih Efektif daripada Larangan

Psikolog Klinis dari Dinamis Biro Psikologi, Shabrin Risti Aulia, M.Psi., menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan bebas penghakiman antara orang tua, pendamping, atau guru dengan remaja.

"Jika komunikasi terjalin dengan aman, akan lebih mudah mendiskusikan tren-tren yang berisiko," ungkapnya.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memvalidasi kebutuhan remaja, seperti keinginan untuk mirip dengan teman sebaya atau rasa penasaran terhadap hal baru.

Setelah itu, orang dewasa dapat mengajak remaja berdiskusi mengenai tren yang sedang populer, serta dampak jangka pendek dan panjang dari tren tersebut.

Psikolog dari Cakra Medika, Ayu S. Sadewo, S.Psi., mengingatkan agar orang dewasa tidak langsung memberi larangan saat berbicara dengan remaja.

"Jangan langsung pake larangan, karena itu justru membuat mereka jadi tidak terbuka dan defensif. Mulailah tanpa judgement. Penasaran dan diskusi saja: ‘Iya ya, itu lagi happening banget. Itu apa sih? Apa bagusnya? Risikonya apa? Dampaknya apa buat kesehatan, relasi, sekolah?’" ujarnya.

Menurut Ayu, setiap remaja akan merespons secara berbeda, namun inti dari pendekatan ini adalah menciptakan ruang aman untuk berbicara.

Ajarkan Cara Menolak Tren yang Tidak Sehat

Shabrin juga menyarankan agar remaja dibekali strategi menghadapi tekanan dari teman sebaya, termasuk cara menolak tren tanpa merusak hubungan sosial.

Dengan pendekatan ini, remaja dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menilai risiko, dan mengelola emosi dengan lebih baik.

Tren dan popularitas tidak harus menjadi faktor negatif dalam perkembangan psikologis remaja apabila mereka bisa membuat keputusan secara sadar dan bijak.

Komunikasi yang aman dan diskusi terbuka memungkinkan remaja tetap mengeksplorasi tren dan pengalaman baru, namun tetap dalam batas yang sehat dan terarah.

Dengan demikian, remaja tetap merasa diterima dalam lingkungan sosialnya meski memilih untuk tidak mengikuti tren tertentu.

Penulis :
Aditya Yohan