Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Studi: Merawat Cucu Bantu Perlambat Penurunan Kognitif pada Kakek-Nenek

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Studi: Merawat Cucu Bantu Perlambat Penurunan Kognitif pada Kakek-Nenek
Foto: (Sumber: Ilustrasi Kakek-nenek bermain bersama cucu-cucunya. ANTARA/Shutterstock..)

Pantau - Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa kakek-nenek yang terlibat dalam pengasuhan cucu mengalami penurunan kognitif yang lebih lambat dan memiliki kinerja lebih baik dalam tes memori dan kelancaran verbal dibandingkan mereka yang tidak mengasuh cucu.

Penelitian ini dilaporkan oleh laman Everyday Health pada Selasa, 27 Januari 2026.

Studi dipimpin oleh Flavia Chereches dari Universitas Tilburg, Belanda, dan menganalisis data hampir 3.000 kakek-nenek berusia di atas 50 tahun, dengan rata-rata usia 67 tahun, berdasarkan Studi Longitudinal Penuaan Inggris.

Para peserta mengikuti tes kognitif hingga tiga kali selama periode 2016 hingga 2022.

Aktivitas Bermakna dan Stimulasi Sosial Jadi Faktor Kunci

Flavia Chereches menjelaskan bahwa merawat cucu memberi kesempatan kepada lansia untuk tetap aktif dan terlibat dalam aktivitas yang merangsang secara fisik dan mental.

"Kita tahu bahwa tetap aktif, dengan menggerakkan tubuh dan terlibat dalam aktivitas yang merangsang kognitif, itu baik seiring bertambahnya usia. Secara potensial, manfaat kognitif dapat berasal dari emosi positif yang terkait dengan pengasuhan, peningkatan aktivitas fisik, atau integrasi sosial yang lebih tinggi," ujarnya.

Hasil studi menunjukkan bahwa kakek-nenek yang terlibat dalam pengasuhan mendapatkan skor lebih tinggi dalam tes memori dan verbal, bahkan setelah dikontrol dengan variabel seperti usia, pendidikan, dan kesehatan.

Deborah Kado, profesor dan spesialis geriatri di Stanford Longevity Center, menilai hasil ini masuk akal.

"Kemungkinan besar kakek-nenek yang menjadi pengasuh anak-anak kecil memiliki lebih banyak kesempatan untuk terpapar ide-ide baru, peluang, dan juga memiliki tujuan yang lebih besar — misalnya, tujuan membesarkan cucu agar sukses sebagai orang dewasa, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk mengasuh atau memilih untuk tidak melakukannya," ungkapnya.

Peran Nenek Lebih Dominan, Manfaat untuk Anak Juga Nyata

Kado menambahkan bahwa aktivitas seperti membantu pekerjaan rumah, bermain game, memasak, dan mengantar cucu dapat memberikan stimulasi mental dan sosial yang penting.

Dalam temuan studi ini, penurunan kognitif paling lambat ditemukan pada nenek, diduga karena mereka lebih sering mengambil peran utama dalam pengasuhan, sementara kakek cenderung lebih pasif atau berbagi peran dengan pasangan.

Meski demikian, studi ini tidak menyimpulkan bahwa pengasuhan secara langsung melindungi dari penurunan fungsi kognitif.

Kemungkinan lain adalah bahwa kakek-nenek yang lebih sehat secara fisik dan mental lebih mungkin diminta untuk mengasuh cucu.

Penelitian ini juga tidak mengukur apakah pengasuhan dianggap sebagai pengalaman positif atau justru menimbulkan stres, yang dapat memengaruhi dampaknya terhadap kesehatan kognitif.

Meskipun fokus utama penelitian adalah pada manfaat bagi lansia, Deborah Kado menyatakan bahwa anak-anak juga mendapat keuntungan dari hubungan yang dekat dengan kakek-nenek.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kehadiran kakek-nenek dapat mendukung perkembangan kognitif dan verbal anak, serta berkontribusi pada kesehatan mental dan kesejahteraan mereka secara umum.

Penulis :
Ahmad Yusuf