Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Dominasi Sistem Limbik dan Pencarian Identitas Dorong Remaja Ikuti Tren Sosial

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dominasi Sistem Limbik dan Pencarian Identitas Dorong Remaja Ikuti Tren Sosial
Foto: (Sumber: Ilustrasi- Remaja putri. ANTARA/Pixabay..)

Pantau - Psikolog Klinis dari Dinamis Biro Psikologi, Shabrin Risti Aulia, M.Psi., menjelaskan bahwa kecenderungan remaja mengikuti tren sosial dipengaruhi oleh faktor neurologis dan psikologis, terutama dominasi sistem limbik dan pencarian identitas diri.

Sistem Otak Remaja Lebih Responsif terhadap Keseruan

Menurut Shabrin, sistem limbik remaja yang lebih aktif dibanding bagian otak lainnya membuat mereka lebih tertarik pada aktivitas yang menyenangkan dan sedang tren.

"Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan," ungkapnya.

Sistem limbik adalah bagian otak yang mengatur reward system atau sistem penghargaan, sehingga remaja cenderung memilih perilaku yang memberikan kesenangan atau kepuasan instan.

Di sisi lain, bagian otak prefrontal cortex yang bertugas menganalisis risiko dan mengambil keputusan belum berkembang sepenuhnya pada masa remaja.

Ketidakseimbangan perkembangan ini menyebabkan remaja lebih mudah terlibat dalam aktivitas yang memicu adrenalin tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang.

Shabrin juga menyebut bahwa remaja cenderung ingin mencoba hal-hal baru yang memicu rasa penasaran dan tantangan.

Pencarian Jati Diri dan Kebutuhan Penerimaan Sosial

Selain faktor otak, remaja juga sedang berada dalam tahap pencarian identitas, yang membuat mereka sangat membutuhkan penerimaan sosial.

Remaja memiliki kesadaran diri yang tinggi, merasa bahwa lingkungan sekitar memperhatikan penampilan dan perilaku mereka.

Kondisi ini meningkatkan dorongan untuk menyesuaikan diri dengan norma lingkungan agar dapat diterima oleh teman sebaya.

"Sa’at remaja ada dalam lingkungan dengan norma tertentu, besar kemungkinan ia akan mencoba fit in dengan lingkungan tersebut," ia mengungkapkan.

Shabrin menambahkan bahwa pencarian pengakuan dari lingkungan adalah bagian penting dalam pembentukan identitas diri remaja.

Dalam proses ini, popularitas dan tren menjadi sarana bagi remaja untuk menegaskan siapa diri mereka dan di mana posisi mereka dalam kelompok sosial.

Namun, kemampuan coping emosional remaja yang belum matang membuat sebagian dari mereka lebih rentan menggunakan tren sebagai pelarian dari tekanan emosional.

Penulis :
Aditya Yohan