
Pantau - Guru Besar Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Abdul Mujib, menegaskan bahwa calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus menanggalkan mental “dilayani” dan menanamkan sepenuhnya sikap melayani sebagai bentuk tanggung jawab terhadap tamu Allah.
"Yang paling penting adalah sikap atau perilaku kita itu harus melayani, tidak dilayani. Kalau secara psikologis kita sudah membawa pikiran di sana itu untuk dilayani, ya pasti akan bermasalah nanti," ungkap Prof Abdul Mujib.
Ia menegaskan bahwa petugas haji bukanlah tokoh masyarakat atau pejabat ketika bertugas di Tanah Suci, melainkan pelayan bagi jamaah.
Mindset Petugas Haji Jadi Penentu Profesionalitas
Dalam pembekalan psikologi haji untuk peserta diklat petugas haji tahun 2026, Abdul Mujib menyampaikan bahwa kesiapan psikologis menjadi aspek krusial dalam membentuk petugas yang profesional dan amanah.
Ia menyoroti persoalan mendasar yang sering terjadi di lapangan, yakni pola pikir atau mindset petugas yang masih membawa ego pribadi atau jabatan dari Tanah Air.
Menurutnya, perubahan pola pikir sangat penting karena tantangan di Arab Saudi sangat kompleks dan membutuhkan kerjasama tim yang solid.
"Jika petugas membawa ego pribadi atau jabatan struktural dari Tanah Air ke Tanah Suci, maka koordinasi tim bisa kacau," ujarnya.
Profesionalitas petugas diukur dari kemampuannya menekan ego demi kepuasan dan kenyamanan jamaah.
Abdul Mujib menjelaskan bahwa kondisi psikologis jamaah sangat dipengaruhi oleh performa petugas.
Petugas menjadi garda terdepan dan tumpuan utama jamaah ketika menghadapi persoalan selama proses ibadah haji.
"Jamaah sendiri ya tergantung petugasnya. Kalau petugas bisa menyelesaikan masalah dengan tenang, jamaah juga akan tenang," jelasnya.
Mentalitas Pelayanan Jadi Syarat Mutlak
Kestabilan emosi dan mentalitas pelayanan disebut sebagai syarat mutlak bagi petugas haji.
Prof Abdul Mujib berharap, para petugas tidak hanya siap secara fisik dan administrasi, tetapi juga sudah menyelesaikan persoalan mentalitas dalam diri sebelum berangkat.
Sikap melayani dengan tulus menjadi indikator utama keberhasilan manajemen sumber daya manusia dalam operasional haji.
- Penulis :
- Aditya Yohan







