Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DPR Minta Pemerintah Antisipasi Gangguan Penerbangan Haji dan Umrah akibat Konflik Timur Tengah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DPR Minta Pemerintah Antisipasi Gangguan Penerbangan Haji dan Umrah akibat Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Petugas melakukan pengisian bahan bakar avtur ke pesawat Boeing 747-400 dengan nomor penerbangan SV 5177 milik maskapai penerbangan Saudia di Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/am.)

Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania meminta pemerintah mengantisipasi potensi gangguan penerbangan haji dan umrah akibat meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Dini Rahmania menilai perkembangan situasi geopolitik tersebut harus menjadi perhatian serius dalam upaya melindungi jamaah Indonesia yang akan maupun sedang melaksanakan ibadah di Arab Saudi.

"Perkembangan situasi ini harus menjadi perhatian bersama, khususnya dalam memastikan perlindungan jamaah umrah dan calon jamaah haji Indonesia," kata Dini.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II itu meminta negara hadir memastikan jamaah haji dan umrah Indonesia berada dalam kondisi aman serta memperoleh informasi yang jelas, akurat, dan transparan.

Persiapan Pemberangkatan Haji

Ia juga menyoroti rencana pemberangkatan jamaah haji Indonesia yang dijadwalkan dimulai pada 22 April mendatang.

Menurutnya, kesiapan Kantor Urusan Haji serta seluruh perwakilan Indonesia di Arab Saudi perlu dioptimalkan agar jamaah mendapatkan pendampingan dan respons cepat apabila terjadi situasi darurat.

Pengawasan Penyelenggara Umrah Diperketat

Selain itu, Dini Rahmania mengingatkan agar pengawasan terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah diperketat guna menjamin perlindungan hak-hak jamaah.

"Persiapan haji tahun ini harus tetap berjalan optimal dengan tetap adaptif terhadap perkembangan global. Kita tidak boleh panik, tetapi juga tidak boleh lengah. Mitigasi risiko harus disiapkan sejak dini agar jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadahnya dengan tenang dan khusyuk," katanya.

Sebelumnya Kementerian Haji dan Umrah RI telah menggelar pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan penyelenggaraan ibadah umrah untuk menyikapi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada perjalanan umrah dan menghasilkan sepuluh komitmen bersama.

Penulis :
Aditya Yohan