
Pantau - Luapan Kali Ciliwung kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta Timur pada Jumat pagi, 30 Januari 2026, diperparah oleh hujan lokal yang mengguyur sejak Kamis malam.
Banjir merendam 38 RT yang tersebar di 2 kecamatan dan 5 kelurahan, dengan total 13 RW terdampak.
Sebanyak 581 kepala keluarga (KK) atau 1.830 jiwa terdampak langsung oleh banjir.
Kepala Satgas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur, Ali Kojim, menyebutkan bahwa ketinggian air di beberapa titik mencapai tiga meter.
Kecamatan Kramat Jati menjadi wilayah terparah, terutama di Kelurahan Cililitan, Cawang, dan Balekambang.
Rincian Wilayah Terdampak dan Ketinggian Air
Kelurahan Cililitan:
- Jalan Musholla Al Hikmah, RW 07 RT 06
- Jalan Seruni, RT 004 RW 06
- Ketinggian air: 200 cm (pukul 03.00–06.00 WIB)
Kelurahan Cawang:
- Jalan Taman Harapan, RW 03: air naik dari 210 cm (pukul 01.00 WIB) menjadi 350 cm (pukul 05.00–06.00 WIB)
- Jalan Raya Kalibata Gang Haji Maliki, RW 05: 350 cm
- Jalan Raya Kalibata, RT 010 dan RT 012 RW 05: hingga 150 cm
- Jalan Tanjung Sanyang, RW 08: hingga 150 cm
Kelurahan Balekambang:
- Jalan Balai Rakyat, RT 005 RW 05
- Ketinggian air:
- Tengah malam: 100 cm
- Pukul 05.00 WIB: 165 cm
- Pagi hari: surut menjadi 155 cm
Kecamatan Jatinegara:
- Kelurahan Kampung Melayu:
- Jalan Kebon Pala II, RW 04: naik dari 90 cm (dini hari) menjadi 150 cm (pukul 06.00 WIB)
- RW 05: air mencapai 185 cm
- Jalan Tanah Rendah, RW 07: delapan RT terdampak, ketinggian air 60–70 cm
- Kelurahan Bidara Cina:
- Jalan Baiduri Bulan, RW 03 dan RW 11: naik dari 60 cm (pukul 01.00 WIB) menjadi 170 cm (pukul 06.00 WIB)
- Jalan Tanjung Lengkong, Gang Macan, RW 07: genangan hingga 200 cm
Penanganan dan Pemantauan Masih Berlangsung
BPBD Jakarta Timur terus melakukan pemantauan intensif di seluruh wilayah terdampak.
Petugas disiagakan untuk mengantisipasi kenaikan air susulan, mengingat aliran Kali Ciliwung masih berpotensi berubah tergantung curah hujan.
Hingga Jumat pagi, beberapa wilayah masih tergenang dengan ketinggian air bervariasi.
Penanganan banjir dan koordinasi lintas instansi masih terus dilakukan di lapangan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







