Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Banjir Tiga Pekan di Tambun Sungai Angke Belum Surut, Warga Minta Bantuan dan Normalisasi Saluran Air

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Banjir Tiga Pekan di Tambun Sungai Angke Belum Surut, Warga Minta Bantuan dan Normalisasi Saluran Air
Foto: Warga menaiki getek saat menerjang banjir di Kampung Tambun Sungai Angke, Tarumajaya, Bekasi, pada Jumat 30/1/2026 (sumber: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Pantau - Kampung Tambun Sungai Angke di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai antara 80 sentimeter hingga 1,5 meter.

Banjir ini telah berlangsung selama tiga pekan, terhitung sejak awal Januari 2026, dan belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga Jumat, 30 Januari.

Ratusan rumah warga masih tergenang akibat meluapnya aliran kali irigasi yang tidak mampu menampung debit air, ditambah tingginya intensitas hujan serta luapan sungai yang melintasi kawasan permukiman.

Warga Terdampak Minta Bantuan Sembako dan Layanan Pengobatan

Salah satu warga, Syaifulloh HR, mengungkapkan bahwa banjir telah melanda sejak sekitar tanggal 9 Januari.

"Banjir melanda Tambun Sungai Angke sudah berlangsung kurang lebih 21 hari atau tiga minggu, dari sekitar tanggal 9 Januari sampai 30 Januari. Ketinggian air berkisar antara 80 sentimeter sampai 150 sentimeter atau satu setengah meter. Sejak Jumat dini hari sampai pagi hujan lebat juga melanda wilayah ini," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa RW 06 Dusun 3 menjadi wilayah terdampak terparah dengan ketinggian air mencapai 150 cm, sementara RW 05 berkisar antara 80 hingga 100 cm.

Warga berharap adanya distribusi bantuan sembako karena aktivitas ekonomi lumpuh total.

"Sebagian besar mata pencaharian warga adalah pedagang dan petani. Karena banjir sudah lama, warga sulit berusaha dan berdagang. Sawah juga kebanjiran dan berdampak besar kepada petani," ia mengungkapkan.

Selain itu, warga juga membutuhkan layanan pengobatan rutin.

"Pengobatan itu penting karena banjirnya sudah lama. Banyak warga mengalami masalah kesehatan, seperti demam dan penyakit kulit," ujarnya.

Desakan Normalisasi Saluran Air dan Dampak pada Pendidikan

Warga mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi saluran air menuju Segara Jaya agar banjir tidak terus berlarut.

"Saluran air ke Segara Jaya sudah dangkal dan lama tidak dinormalisasi. Karena saluran airnya macet, banjir di Tambun Sungai Angke lama surutnya, bisa berminggu-minggu. Di sini jadi seperti tempat parkirnya air," kata Syaifulloh.

Ia menambahkan, warga berharap ada langkah konkret untuk menangani banjir saat ini dan mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan.

Banjir juga berdampak pada sektor pendidikan, di mana sejumlah sekolah terpaksa menerapkan pembelajaran daring.

Sekolah-sekolah tersebut antara lain MI Attaqwa 41, SMP Attaqwa 13, dan SDIT Samba Taruma.

Beberapa perumahan yang turut terdampak banjir di wilayah Tambun Sungai Angke meliputi Perumahan Griya Rahmani, Leticia Mansion, Bumi Sakinah 2, serta Villa Mutiara Mas 1 dan 2.

Berdasarkan pantauan ANTARA, ketinggian air di Villa Mutiara Mas 1 dan 2 serta Bumi Sakinah 2 mencapai 30 hingga 45 cm, sedangkan di Griya Rahmani dan Leticia Mansion berkisar antara 30 hingga 60 cm.

Penulis :
Arian Mesa