
Pantau - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Macan Yusuf, menyoroti berbagai permasalahan yang masih membayangi kinerja Bank Jabar Banten (BJB), meskipun bank daerah tersebut tergolong salah satu yang terbaik secara nasional.
Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI ke Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 28 Januari 2026, Dede menyampaikan sejumlah temuan terkait kinerja dan penyaluran kredit oleh BJB.
Menurut Dede, total aset BJB saat ini telah mencapai sekitar Rp200 triliun.
Namun, ia menilai penyaluran kredit bank tersebut belum merata dan belum sepenuhnya sehat, terutama dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia mengungkapkan, "Kredit macet tersebut diduga muncul akibat kurang cermat dan kurang telitinya manajemen dalam memberikan kredit kepada perusahaan-perusahaan tertentu yang memiliki kedekatan khusus."
Dede juga menyoroti rendahnya porsi penyaluran kredit BJB kepada sektor UMKM.
Dari total aset sebesar Rp200 triliun, penyaluran kredit untuk UMKM disebut baru mencapai sekitar Rp5 triliun.
Ia menilai jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan riil para pelaku UMKM, khususnya di wilayah Jawa Barat.
"Tadi sudah disampaikan oleh direksi, target penyaluran kredit UMKM ke depan bisa mencapai 10 hingga 20 persen. Artinya, sekitar Rp20 triliun diharapkan bisa masuk ke sektor UMKM dalam dua tahun ke depan," ungkapnya.
Dede menyampaikan apresiasinya terhadap target tersebut, namun menekankan pentingnya realisasi yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Keluhan Pelaku UMKM dan Harapan DPR
Berdasarkan temuannya di lapangan, banyak pelaku UMKM mengeluhkan kesulitan dalam mengakses kredit dari BJB.
Beberapa penyebabnya antara lain adalah sikap kehati-hatian yang berlebihan dari pihak bank, sifat terlalu prudent, serta persyaratan kredit yang dianggap terlalu rumit.
Kondisi ini, menurut Dede, membuat BJB kalah bersaing dengan rentenir yang memberikan pinjaman dengan syarat mudah meski berbunga tinggi.
"Padahal, BJB sebagai bank milik daerah diharapkan dapat menyalurkan kembali dana masyarakat Jawa Barat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, khususnya di sektor UMKM," ia mengungkapkan.
Dede berharap ke depan BJB lebih fokus dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat menengah ke bawah.
Ia menilai, hal ini sangat bergantung pada komitmen dan kebijakan direksi serta dewan komisaris bank.
Sebelumnya, pihak direksi dan dewan komisaris BJB telah menyatakan optimisme untuk menyalurkan kredit kepada sekitar 100 ribu UMKM dalam dua tahun ke depan.
Namun, Dede mengingatkan agar penyaluran tersebut benar-benar menyasar UMKM riil yang telah berjalan, bukan UMKM fiktif.
"UMKM-nya harus jelas, menyasar pasar-pasar yang memang sudah berjalan selama bertahun-tahun, bukan yang ujug-ujug jadi UMKM," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pengawasan dari DPR akan terus dilakukan agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdampak positif bagi masyarakat.
- Penulis :
- Arian Mesa








