
Pantau - Warga Kampung Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menggelar aksi unjuk rasa menolak keberadaan tempat hiburan malam Party Station yang beroperasi di Hotel Kartika One, dengan alasan keresahan sosial dan nilai keagamaan.
Warga Ancam Demo Susulan Jika Party Station Tidak Ditutup
Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma, menyarankan agar manajemen Party Station dan warga setempat melakukan mediasi bersama untuk menyelesaikan polemik yang terjadi.
"Mungkin tadi sudah mendengar (penolakan Party Station), mungkin nanti bisa mediasi dari pihak manajemen dan warga memang harus duduk bareng," ungkap Kompol Nurma.
Polisi telah dikerahkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi warga yang berlangsung pada malam hari, bertepatan dengan waktu operasional tempat hiburan tersebut.
Wakil Ketua RW 02 Kampung Sawah, Achmad Fauzi, menyampaikan bahwa warga merasa kampung mereka telah disalahgunakan sebagai lokasi praktik yang bertentangan dengan norma agama.
"Setelah tahu dibuka Party Station diduga menjadi tempat maksiat yaitu seperti tempat menjual minuman keras, dan juga laki-laki perempuan berkumpul yang merupakan bukan muhrimnya sangat dilarang sama agama Islam," tegasnya.
Fauzi menambahkan, menjelang bulan suci Ramadan, seharusnya warga dapat fokus pada kegiatan ibadah, namun kini terganggu oleh operasional tempat hiburan malam tersebut.
"Kalau bisa tutup. Jika tidak warga tidak akan segan-segan untuk besok turun melakukan aksi unjuk rasa lagi," ujarnya.
Aksi Damai Diikuti Ratusan Warga, Lalu Lintas Kembali Normal
Demonstrasi yang digelar pada Jumat malam tersebut diikuti sekitar 300 warga dari 13 RT di lingkungan Kampung Sawah.
Berdasarkan pantauan di lokasi pukul 10.20 WIB, massa aksi mulai membubarkan diri secara tertib.
Situasi lalu lintas di Jalan Lenteng Agung yang sebelumnya sempat padat kini telah kembali normal, dengan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Depok berlangsung ramai lancar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








