Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih Sukabumi, Dorong Kesejahteraan Nelayan Lewat Fasilitas Modern

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih Sukabumi, Dorong Kesejahteraan Nelayan Lewat Fasilitas Modern
Foto: Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari (tengah) saat meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih di Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis 29/1/2026 (sumber: Kantor Staf Kepresidenan)

Pantau - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih yang berada di Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis, 29 Januari 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan bahwa program strategis Presiden Prabowo Subianto benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat pesisir.

Qodari berharap kampung tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan para nelayan melalui kelengkapan fasilitas dan sarana produksi.

"Mudah-mudahan bukan hanya suasana baru, tetapi juga membawa tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi bagi masyarakat di tempat ini, bagi nelayan tempat ini. Karena fasilitasnya makin meningkat. Lalu juga ada bantuan perahu, nanti juga ada bengkel buat mesin," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih bukan hanya pembangunan fisik, tetapi merupakan langkah konkret negara untuk meningkatkan produktivitas dan keamanan nelayan dalam bekerja.

Fasilitas Modern dan Sentuhan Kemanusiaan

Program ini mencakup pembangunan fasilitas sandar kapal, tempat pelelangan ikan, penyimpanan hasil tangkapan, hingga bengkel perbaikan peralatan untuk menjaga kesiapan armada laut.

Pembangunan kampung ini telah memasuki tahap akhir dan hanya menunggu proses serah terima kepada masyarakat.

Sebelumnya kawasan ini dikenal sebagai Kampung Nelayan Modern, dan kini berganti nama menjadi Kampung Nelayan Merah Putih agar selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Muhammad Qodari menyebut kawasan ini kini terlihat lebih segar dan modern dibandingkan sebelumnya.

"Alhamdulillah kalau dilihat memang betul-betul baru, betul-betul segar nuansanya kelihatan dibandingkan dengan gambar yang lama. Di sini ada kios-kios, jadi nelayan kita ini nanti bisa jualan ya pak ya, di kios-kiosnya, kemudian juga ada tempat pelelangannya. Terus tempat sandar ikan, ini bagus sekali tempatnya," ia mengungkapkan.

Fasilitas tambahan lain meliputi tempat pembekuan ikan, musala, dan masjid yang representatif.

"Nanti ada buat membekukan ikan, supaya bisa awet dalam jangka panjang. Ada juga musalanya, masjidnya juga bagus. Jadi kelihatan nyata pada hari ini program ini membawa suasana baru ya pak ya," tambahnya.

Bengkel mesin dan fasilitas perbaikan peralatan dianggap sangat membantu nelayan menjaga kelayakan alat tangkap mereka.

"Mesin untuk perbaikan. Jadi ini adalah terobosan dari Presiden Prabowo langsung pak. Kesadaran beliau bahwa negara kita maritim, keinginan beliau untuk meningkatkan harkat dan martabat dari seluruh masyarakat Indonesia," katanya.

Qodari menekankan bahwa terobosan ini mencerminkan komitmen negara untuk mewujudkan keadilan dalam kesejahteraan bagi kelompok masyarakat yang selama ini kurang diperhatikan.

Ia menyimpulkan bahwa antusiasme nelayan menunjukkan besarnya manfaat program tersebut.

"Jadi dari tadi kita mendengarkan teman-teman nelayan di sini senang, bahagia dengan adanya tempat ini. Kita tunggu, kita nantikan," tutupnya.

Penulis :
Shila Glorya