
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan dukungannya terhadap penguatan sektor perikanan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melalui pembangunan budidaya dan infrastruktur kelautan.
Menurut Zulhas, program perikanan berbasis masyarakat tengah diperluas untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menggerakkan roda ekonomi rakyat.
Pengembangan Bioflok dan Kampung Perikanan
Zulhas mengungkapkan bahwa pemerintah akan membangun sistem budidaya bioflok di setiap desa secara bertahap.
"Tiap desa di Jawa Tengah akan dibangun bioflok tetapi bertahap," ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun 2026 mendatang, pemerintah menargetkan pembangunan 2.000 kampung perikanan berbasis masyarakat di seluruh Indonesia.
Lahan seluas 20 ribu hektare tambak ikan telah disiapkan untuk mendukung target tersebut.
Zulhas menegaskan pentingnya peningkatan produksi ikan dalam negeri agar tidak lagi bergantung pada impor.
"Jangan sampai kita impor lagi," tegasnya.
Ia menilai bahwa peningkatan produksi ikan akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan di daerah.
Respons atas Usulan Pembangunan Pelabuhan
Dalam kunjungannya, Zulhas juga merespons usulan Bupati Batang Faiz Kurniawan mengenai pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN).
"Permintaan Bupati Batang untuk dibangun Pelabuhan Perikanan Nusantara nanti programnya diserahkan ke saya agar segera ditindaklanjuti kalau itu memang bagus untuk masyarakat di daerah," ia mengungkapkan.
Bupati Batang Faiz Kurniawan menyampaikan bahwa pelabuhan perikanan akan memberikan manfaat besar bagi nelayan lokal.
"Oleh karena itu, kami bisa dibantu dan di-support untuk Pelabuhan Perikanan Nusantara. Kami berharap para nelayan bisa labuh dengan nyaman dan bisa dilelang di daerah ini," ujarnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








