
Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menekankan pentingnya pelatihan bersama antara penyidik PPA-PPO dan Dinas PPPA untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Pernyataan tersebut disampaikan Arifah dalam kunjungan kerjanya ke Kota Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu, 31 Januari 2026.
"Ada satu persoalan yang sama, yaitu mengenai SDM (sumber daya manusia) karena SDM yang belum memenuhi secara komprehensif sehingga dibutuhkan pelatihan bersama antara teman-teman di kepolisian dan teman-teman yang ada di PPPA," ujarnya.
Pelatihan tersebut ditujukan agar penanganan kasus kekerasan lebih efektif, sensitif terhadap isu gender, dan dapat dilakukan secara terkoordinasi oleh berbagai pihak.
Dorong Sinergi dan Sosialisasikan Simfoni PPA Versi 3
Selain pelatihan SDM, Menteri Arifah juga menyoroti perlunya sarana dan prasarana yang memadai dalam mendukung penanganan kasus.
"Mudah-mudahan ini nanti bisa kita carikan sinergi dan kolaborasinya sehingga persoalan-persoalan ini bisa kita hadapi bersama," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Arifah juga menyosialisasikan Simfoni PPA versi 3 sebagai sistem pencatatan dan pelaporan kasus kekerasan yang lebih terintegrasi.
"Kami baru launching Simfoni PPA versi 3. Simfoni PPA versi 3 adalah versi manajemen kasus," ungkapnya.
Simfoni PPA versi 3 merupakan penguatan dari versi sebelumnya, dengan fungsi tak hanya sebagai basis data, tetapi juga alat manajemen kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak secara sistematis dan terdokumentasi.
Sistem ini dirancang untuk memastikan setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara terkoordinasi oleh unit layanan terkait, seperti UPTD PPA dan Dinas PPPA di daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian PPPA Titi Eko Rahayu, Kepala Dinas PPPA dan KB Provinsi Sumatra Utara Dwi Endah Purwanti, serta Dirres PPA-PPO Sumatra Utara Kombes Pol Kristinatara Wahyuningrum.
- Penulis :
- Gerry Eka







