Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pengusaha di Batam Rugi Miliaran Akibat Website Bank Palsu, Polda Kepri Selidiki Kasus Penipuan Online

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pengusaha di Batam Rugi Miliaran Akibat Website Bank Palsu, Polda Kepri Selidiki Kasus Penipuan Online
Foto: (Sumber: Kasubdit V Siber Ditreksrimsus Polda Kepri AKBP Arif Mahari memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Kepri, Rabu (28/1/2026). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Pantau - Seorang pengusaha di Batam menjadi korban penipuan daring setelah mengakses website palsu yang menyerupai situs resmi bank swasta, mengakibatkan kerugian hingga miliaran rupiah. Kasus ini kini tengah diselidiki oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau.

Modus Website Palsu di Hasil Pencarian Google

Kejadian bermula saat korban mengakses sebuah website yang tampil di peringkat atas hasil pencarian Google.

Situs tersebut memiliki tampilan mirip dengan website resmi perbankan, sehingga korban tidak menyadari adanya kecurigaan.

Korban kemudian memasukkan ID dan password akun perbankan miliknya tanpa mengetahui bahwa itu adalah situs palsu.

Tidak lama setelahnya, korban menemukan transaksi mencurigakan yang berujung pada terkurasnya seluruh dana di rekeningnya.

“Ternyata website tersebut palsu, cuma mirip tulisannya,” jelas AKBP Arif Mahari, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri.

Pelaku diduga langsung memecah dana hasil kejahatan ke berbagai rekening dalam hitungan menit agar tidak mudah dilacak.

Laporan polisi telah diterima dan penyidikan resmi sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Polisi dan Kominfo Bergerak Tertibkan Situs Penipuan

Polda Kepri telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdii) untuk melakukan verifikasi dan penertiban terhadap situs-situs berbahaya yang muncul di hasil pencarian.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat guna mencegah jatuhnya korban lainnya akibat modus serupa.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada link yang muncul di posisi teratas hasil pencarian internet.

"Pastikan link yang diakses adalah link resmi sebelum melakukan transaksi," tegas Arif Mahari.

Masyarakat diminta untuk selalu memeriksa alamat URL dengan cermat dan tidak memasukkan data penting jika belum yakin dengan keaslian situs yang diakses.

Kasus ini menjadi pengingat serius akan ancaman kejahatan siber yang semakin canggih, dan pentingnya literasi digital dalam menjaga keamanan informasi pribadi di era internet.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti