Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Buka Peluang Kesepakatan Baru dengan Kuba, Tetap Tekan Lewat Tarif dan Status Darurat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Trump Buka Peluang Kesepakatan Baru dengan Kuba, Tetap Tekan Lewat Tarif dan Status Darurat
Foto: (Sumber: Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara pada Pertemhuan Tahunan World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi)

Pantau - Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keyakinannya bahwa Washington dan Havana dapat mencapai kesepakatan untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang tengah melanda Kuba, sekaligus membuka peluang kunjungan bagi warga AS keturunan Kuba ke tanah leluhur mereka.

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Minggu, Trump mengatakan bahwa otoritas Kuba mungkin akan “datang kepada kami dan membuat kesepakatan, sehingga Kuba dapat bebas kembali.”

Langkah Eksekutif dan Tekanan Ekonomi

Sebelumnya, pada Kamis (29 Januari 2026), Trump menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan AS memberlakukan tarif impor terhadap negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba.

Langkah ini diiringi dengan deklarasi keadaan darurat nasional, dengan dalih bahwa pemerintahan Kuba menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

Meskipun membuka kemungkinan dialog, Trump tetap menegaskan posisi keras terhadap pemerintahan di Havana.

Fokus pada Diaspora Kuba di AS

Trump juga menyuarakan dukungan bagi warga AS keturunan Kuba, yang selama ini mengalami hambatan untuk mengunjungi kerabat mereka di Kuba akibat ketegangan diplomatik.

Ia menyatakan bahwa pemerintah Kuba telah memperlakukan diaspora secara tidak adil dan menginginkan perbaikan dalam hubungan antarmanusia, terlepas dari dinamika politik.

Krisis Kemanusiaan di Kuba

Kuba saat ini sedang menghadapi krisis multidimensi yang makin memburuk:

Pemadaman listrik harian yang berlangsung lebih dari 12 jam

Kelangkaan pangan, obat-obatan, dan bahan bakar

Tekanan ekonomi akibat sanksi AS yang telah berlangsung lebih dari 60 tahun

Pemerintah Kuba menyalahkan sanksi sebagai penyebab utama krisis, sementara sejumlah negara dan lembaga internasional menyerukan diakhirinya embargo ekonomi AS.

Pernyataan terbaru Trump ini menandai babak baru dalam relasi AS–Kuba, dengan kemungkinan pendekatan diplomatik baru yang masih dibayangi tekanan ekonomi dan kebijakan luar negeri agresif.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti