Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Dukung Karya Sineas Indonesia Tembus Panggung Global lewat IFFR 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemerintah Dukung Karya Sineas Indonesia Tembus Panggung Global lewat IFFR 2026
Foto: (Sumber: Menteri Kebudayaan Fadli Zon di ajang Festival Film Rotterdam 2026 di Rotterdam, Belanda. (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan).)

Pantau - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mendukung promosi karya sineas Indonesia di panggung global, termasuk dalam ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 di Belanda.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong kehadiran karya-karya film Indonesia di tingkat internasional.

"Kita mendorong agar semakin banyak karya sineas Indonesia hadir di panggung global," ungkap Fadli.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung sineas agar aktif, berdaya saing, dan mampu tampil di kancah perfilman dunia.

Melalui partisipasi dalam IFFR ke-55, pemerintah berharap film-film Indonesia dapat menjadi media diplomasi budaya yang menyampaikan narasi khas Indonesia kepada dunia.

"Ke depan kita berharap agar IFFR dapat memberikan ruang bagi Indonesia Focus atau Indonesia Spotlight sebagai platform strategis untuk memperdalam pemahaman lintas budaya serta memperkuat hubungan kebudayaan Indonesia-Belanda melalui sinema," katanya.

Perjanjian Ko-Produksi dan Kolaborasi Budaya Indonesia–Belanda

Fadli juga menyebut adanya peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Belanda melalui program ko-produksi film.

Salah satu upaya konkret adalah program Manajemen Talenta Nasional, yang bertujuan mendukung pengembangan kapasitas, peningkatan jejaring, dan akses sineas Indonesia ke platform global.

Pada 4 Desember 2024, Kementerian Kebudayaan RI dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains Kerajaan Belanda telah menandatangani perjanjian kerja sama ko-produksi audiovisual.

Pemerintah kedua negara juga berencana memperluas kolaborasi, termasuk dalam pengembangan film sejarah sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral.

Fadli menegaskan pentingnya sinergi antara sineas, peneliti, pengarsip, dan institusi budaya dari kedua negara dalam membangun pemahaman publik serta mempererat hubungan Indonesia–Belanda melalui karya kreatif.

Penulis :
Gerry Eka