Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Rektor Undana Ingin Hilangkan Kesenjangan antara Pimpinan dan Mahasiswa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rektor Undana Ingin Hilangkan Kesenjangan antara Pimpinan dan Mahasiswa
Foto: (Sumber: Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale (kiri) saat berdiskusi dengan sejumlah mahasiswa Undana di Kupang. ANTARA/HO-Humas Undana..)

Pantau - Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale menyatakan keinginannya untuk menghilangkan kesenjangan antara pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa di lingkungan kampus.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Jefri Bale di Kupang, Senin, saat berdiskusi langsung bersama mahasiswa dalam kegiatan bertajuk Ngopi Bareng Rektor.

Prof. Jefri Bale menjelaskan bahwa kegiatan diskusi tersebut sengaja digelar di salah satu kafe di Kota Kupang dan dihadiri oleh perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa serta Badan Legislatif Mahasiswa Universitas Nusa Cendana.

Menurutnya, pemilihan lokasi di luar kampus bertujuan menciptakan suasana komunikasi yang lebih cair, setara, dan tanpa jarak antara pimpinan universitas dan mahasiswa.

“Di kampus, sering kali ada jarak (kesenjangan, red.) antara pimpinan dan mahasiswa. Gap itu yang ingin saya hilangkan,” ujar Prof. Jefri Bale.

Ia menambahkan, suasana informal seperti di kafe dapat menghilangkan kesan kaku yang selama ini menjadi penghambat mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi dan kondisi nyata yang mereka hadapi.

“Kita berdiskusi layaknya teman atau kakak dan adik, sehingga saya memperoleh gambaran nyata tentang tantangan yang mereka hadapi selama menempuh pendidikan di Undana,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Rektor Undana secara terbuka meminta mahasiswa agar tidak ragu menyampaikan kritik, termasuk kritik keras terhadap kepemimpinannya maupun pimpinan di tingkat fakultas.

Kritik tersebut, menurutnya, penting sebagai bahan evaluasi untuk mendorong perbaikan institusi ke depan.

Menanggapi keterbukaan tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah isu krusial yang menjadi perhatian civitas akademika, mulai dari tuntutan akuntabilitas dan transparansi program kerja serta pengelolaan anggaran universitas.

Mahasiswa juga menyoroti kualitas dan pemerataan fasilitas pendukung kegiatan kemahasiswaan, persoalan etika dan keamanan di lingkungan kampus, serta komitmen universitas dalam menangani dan mencegah kekerasan di lingkungan akademik.

Selain itu, mahasiswa menekankan pentingnya profesionalisme dosen dalam proses bimbingan akademik.

Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar ajang adu argumen, melainkan juga ruang berbagi pengalaman hidup antara pimpinan dan mahasiswa.

“Pertemuan ini tidak hanya menjadi wadah adu argumen, tetapi juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman hidup,” katanya.

Melalui forum dialog tersebut, Universitas Nusa Cendana menegaskan komitmennya untuk menerapkan model kepemimpinan yang partisipatif dan terbuka.

Kegiatan Ngopi Bareng Rektor pun direncanakan menjadi agenda rutin guna menjaga komunikasi antara pimpinan universitas dan mahasiswa tetap intensif serta berkualitas.

Penulis :
Ahmad Yusuf