
Pantau - Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan sebanyak 200 unit becak listrik kepada para pengayuh becak lanjut usia di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.
Bentuk Perhatian Presiden Prabowo
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, menyebutkan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap profesi pengayuh becak, khususnya yang sudah lanjut usia.
"Pak Prabowo sangat perhatian kepada warga yang berprofesi sebagai pengayuh becak, terutama yang berusia lanjut," ungkapnya.
Secara nasional, Yayasan GSN telah menyalurkan sekitar 10.000 unit becak listrik dan akan terus memperluas program ini ke berbagai daerah di Indonesia.
Firman Dahlan menambahkan, "Khusus Lamongan mendapat 200 unit. Memang ada kendala produksi, tetapi kami menargetkan seluruh pengayuh becak di Indonesia nantinya bisa memperoleh fasilitas ini."
Program ini diharapkan mampu meringankan beban kerja para pengayuh becak yang sebelumnya menggunakan tenaga manual.
"Yang tadinya memakai tenaga manual, sekarang bisa memakai tenaga listrik. Selain lebih ringan, juga hemat karena tidak perlu bahan bakar dan ramah lingkungan," ia mengungkapkan.
Antusias Warga dan Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Awalnya bantuan hanya 100 unit, kini bertambah menjadi 200 unit, karena tingginya antusias masyarakat," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga telah menyiapkan fasilitas pendukung berupa titik pengisian daya baterai becak listrik di beberapa lokasi strategis, yakni Terminal, Rumah Sakit Muhammadiyah, dan kompleks kantor Pemkab Lamongan.
Salah satu penerima manfaat, Atemo, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.
"Semoga rezeki kami semakin lancar dan bisa membantu ekonomi keluarga," katanya.
- Penulis :
- Shila Glorya





