Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Akses Jalan ke Komunitas Adat Terpencil Sikundo Kembali Terbuka Pasca Banjir Bandang

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Akses Jalan ke Komunitas Adat Terpencil Sikundo Kembali Terbuka Pasca Banjir Bandang
Foto: Bupati Aceh Barat, Tarmizi (sumber: ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan bahwa akses jalan menuju kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo yang sempat terputus akibat banjir bandang pada Rabu, 26 November 2025, kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

"Alhamdulillah, berkat kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI dan semua pihak, saat ini akses jalan ke Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, sudah bisa dilintasi kendaraan," ungkap seorang perwakilan pemerintah daerah.

Jalan Lama yang Kembali Diperbaiki

Jalur yang kembali dapat digunakan tersebut merupakan ruas jalan lama yang sebelumnya rusak parah dan berubah menjadi aliran sungai akibat banjir bandang.

Pemerintah tetap menggunakan jalur ini karena lokasinya merupakan akses terdekat menuju kawasan KAT Sikundo meskipun jalur tersebut berada tepat di tepi sungai dan rawan rusak kembali.

Pembangunan jalan menuju Sikundo selama ini kerap terkendala kondisi alam, terutama tingginya air sungai di sisi kiri badan jalan yang menghambat pekerjaan.

Warga Tidak Lagi Terisolasi

Bencana banjir bandang pada 26 November 2025 menyebabkan sebanyak 57 kepala keluarga atau 195 jiwa di Desa Sikundo terisolasi karena rusaknya akses jalan utama.

Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan dalam menerima bantuan logistik, seperti makanan dan obat-obatan, yang sebelumnya hanya bisa dikirim melalui perahu dan helikopter.

"Hal ini berhasil dilakukan karena adanya kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, DPRK Aceh Barat, TNI, Polri serta seluruh komponen masyarakat di daerah ini," ia mengungkapkan.

Dengan dibukanya kembali jalur darat, kini kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa menjangkau wilayah Sikundo, mengakhiri masa isolasi yang dialami warga selama lebih dari sebulan.

Penulis :
Shila Glorya