
Pantau - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengubah ladang ganja menjadi ladang kopi di Gayo Lues, Aceh, sebagai bagian dari program Rancangan Besar Alternatif Pembangunan (RBAP) yang akan dilaksanakan mulai tahun 2025.
Kepala BNN, Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, mengungkapkan hal ini dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di kompleks parlemen, Jakarta, pada Selasa, 3 Februari 2026.
"Kita berikan pemahaman dan pelatihan sehingga akhirnya masyarakat setempat mau menanam kopi di atas bekas lahan ganja," ungkapnya.
Program ini merupakan implementasi dari Grand Design Alternative Development (GDAD) yang diterapkan di 11 kawasan rawan tanaman terlarang.
"Implementasi Grand Design Alternative Development atau GDAD di 11 kawasan rawan tanaman terlarang dengan melatih 330 orang," ia mengungkapkan.
Dorong Kesejahteraan dan Berantas Narkotika
Program RBAP bertujuan memberdayakan masyarakat agar turut bersinergi dalam upaya pemberantasan narkotika di daerah rawan.
"Program itu justru bisa menambah pendapatan daerah dari penjualan kopi tersebut," jelasnya lebih lanjut.
BNN mencatat bahwa inisiatif ini tak hanya mengurangi praktik penanaman ganja, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi nyata bagi warga sekitar.
Capaian BNN dalam Pemberantasan Narkoba
Selama tahun 2025, BNN berhasil mengungkap 773 kasus peredaran narkotika dan psikotropika di seluruh Indonesia.
"Capaian di bidang pemberantasan, yaitu yang pertama kami telah mengungkap 773 kasus tindak pidana narkotika dan psikotropika," ujar Suyudi.
Dalam kasus-kasus tersebut, sebanyak 1.214 orang berhasil ditangkap oleh petugas BNN.
"Di dalamnya membongkar 63 jaringan peredaran terorganisir yang terdiri atas 56 jaringan sindikat narkotika nasional dan tujuh jaringan narkotika internasional," tegasnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick





